zonamerahnews.com – Sebuah sinyal kuat mulai mengemuka dari Partai Gerindra terkait peta politik menjelang Pemilu dan Pilpres 2029. Partai besutan Prabowo Subianto ini secara terbuka menyatakan kesiapan untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai entitas politik, termasuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDIP yang saat ini berposisi di luar pemerintahan.
Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso mengungkapkan bahwa partainya membentangkan karpet merah bagi semua kekuatan politik yang ingin menyongsong kontestasi 2029 secara bersama-sama. "Gerindra membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk berkolaborasi bahkan dengan PDIP sekalipun" ujar Sugiat dalam keterangannya merujuk pada potensi kerja sama dalam Pilpres dan agenda politik lainnya.

Pernyataan ini muncul tak lama setelah interaksi hangat antara Presiden sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan politikus senior PDIP yang juga Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Momen tersebut terjadi saat peresmian LRT pada Rabu lalu yang diwarnai pujian terang-terangan dari Prabowo untuk kinerja Pramono.
Sugiat menggarisbawahi komitmen Gerindra untuk bekerja sama dengan pihak mana pun yang memiliki visi serupa dalam mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Namun ia juga menegaskan bahwa kehadiran Prabowo dalam acara peresmian LRT bersama Pramono murni dalam kapasitasnya sebagai kepala negara yang menjalankan tugas tanpa ada muatan politis tersembunyi. "Itu adalah bentuk kerja bersama bukan agenda politik yang bisa ditafsirkan macam-macam" jelas Wakil Ketua Komisi XIII DPR tersebut.
Lebih lanjut Sugiat mengingatkan bahwa Pemilu dan Pilpres 2029 masih terlampau jauh untuk dibahas secara mendalam. Ia menambahkan bahwa internal partai belum melakukan kalkulasi elektoral atau merumuskan strategi politik untuk menghadapi ajang demokrasi tersebut. "Fokus kami saat ini adalah mendukung penuh program dan kebijakan Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden" imbuhnya.
Dalam kesempatan peresmian LRT itu Prabowo Subianto memang secara eksplisit memuji kapasitas Pramono Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia bahkan meminta agar prestasi serupa dapat dicontoh oleh kepala daerah dari partai lain. "Saya harus mengakui jika ada gubernur yang hebat saya akan akui kehebatannya. Meskipun meskipun bukan dari partai saya" tegas Prabowo mengapresiasi kinerja tanpa memandang afiliasi politik.

