zonamerahnews.com – Pimpinan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program Praktik Kerja Lapangan PKL bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan SMK bukanlah alasan untuk menghentikan proses belajar mengajar. Sebaliknya pengalaman di dunia kerja harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum pendidikan. Mu’ti menekankan pentingnya metode pembelajaran yang adaptif dan fleksibel termasuk pendekatan asinkron agar kontinuitas edukasi tetap terjaga selama periode magang.
Mu’ti menjelaskan bahwa momen magang justru menjadi arena pembelajaran nyata. Pengalaman langsung di lapangan wajib diintegrasikan sebagai komponen esensial dari kurikulum sekolah bukan sekadar jeda dari bangku kelas. Ia menyoroti bagaimana PKL memberikan kesempatan emas bagi pelajar untuk mengaplikasikan ilmu dan keahlian yang telah mereka peroleh di sekolah dalam situasi kerja sesungguhnya. Selain keterampilan teknis siswa juga diasah dalam hal disiplin etos kerja tanggung jawab komunikasi profesional budaya kerja keselamatan hingga tuntutan kompetensi di dunia usaha dan industri.

Namun pengalaman berharga tersebut perlu diimbangi dengan penguatan kemampuan dasar. Literasi dan numerasi menjadi dua kompetensi krusial yang harus terus dikembangkan selama siswa menjalani PKL. Mu’ti menyebut literasi dan numerasi sebagai fondasi utama yang tidak hanya relevan untuk kepentingan akademis tetapi juga esensial dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan kerja.
Dalam aktivitas PKL kemampuan literasi terpakai saat siswa membaca prosedur kerja memahami petunjuk penggunaan peralatan menafsirkan informasi teknis menyusun laporan mengisi formulir hingga berkomunikasi efektif dengan pembimbing dan rekan kerja. Sementara itu numerasi sangat dibutuhkan dalam berbagai aspek pekerjaan misalnya menghitung kebutuhan material menentukan dimensi membaca tabel dan grafik memperkirakan waktu pengerjaan menghitung biaya persentase hingga membandingkan hasil pekerjaan.
Oleh karena itu penguatan literasi dan numerasi tidak semata-mata bertujuan meningkatkan nilai mata pelajaran. Kemampuan ini juga menjadi pilar bagi siswa untuk mengembangkan daya pikir kritis memecahkan masalah mengambil keputusan strategis serta bekerja secara produktif.
Kebutuhan akan penguatan ini semakin nyata terlihat dari hasil Tes Kemampuan Akademik TKA SMK Tahun 2025. Berdasarkan Surat Edaran Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Nomor 4021/B/D2/DV.00.01/2026 skor rata-rata pencapaian siswa pada Matematika tercatat hanya 3484 Bahasa Inggris 2269 dan Bahasa Indonesia 5368. Data ini mengindikasikan perlunya peningkatan signifikan pada kompetensi akademik siswa SMK. Salah satu tantangan terbesarnya adalah memastikan dukungan pembelajaran tetap tersedia saat siswa berada di lokasi PKL yang beragam.
Mu’ti menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran harus mempertimbangkan kondisi siswa yang bervariasi. Jadwal kerja lokasi magang akses internet ketersediaan perangkat hingga pola pendampingan dapat berbeda antara satu siswa dengan lainnya. Oleh karena itu pembelajaran asinkron menjadi opsi yang lebih fleksibel. Guru dapat menyiapkan materi berupa video pembelajaran modul ringkas lembar kerja kuis tugas pemecahan masalah maupun jurnal refleksi yang bisa dikerjakan siswa sesuai waktu luang mereka.
Fleksibilitas ini bukan berarti tanpa arahan. Guru tetap memegang peran vital dalam menetapkan tujuan pembelajaran memberikan instruksi memantau progres dan memberikan umpan balik konstruktif kepada siswa. Melalui pembelajaran asinkron pemerintah berharap proses pendidikan siswa kelas XII tetap berjalan optimal selama PKL. Penguatan literasi dan numerasi diharapkan tidak hanya membantu siswa menghadapi asesmen tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan yang relevan untuk melanjutkan studi memasuki dunia kerja maupun menjalani kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian PKL dan pembelajaran akademik tidak lagi dipandang sebagai dua kegiatan yang saling bertolak belakang. Keduanya dapat berjalan selaras untuk membentuk lulusan SMK yang memiliki keahlian kerja mumpuni sekaligus kemampuan berpikir dan bernalar yang kuat.

