zonamerahnews.com – Langit Pekanbaru pada Senin pagi sempat diselimuti kabut asap pekat yang memicu kekhawatiran publik. Kondisi udara di kota ini, terutama di area Bandara Sultan Syarif Kasim II, dilaporkan mencapai level berbahaya dengan kualitas udara yang sempat menghitam. Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau menunjukkan adanya partikel berbahaya di udara.
Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Warjono menjelaskan bahwa konsentrasi Particulate Matter 2,5 PM 2,5 sempat menyentuh angka 276 mikrogram per meter kubik. Angka ini menandakan kualitas udara yang sangat buruk dan berpotensi membahayakan kesehatan. Asap tebal tersebut diduga kuat berasal dari kebakaran hutan dan lahan karhutla yang melanda wilayah Pelalawan.

Fenomena asap berbahaya ini tidak berlangsung lama. Hanya sekitar satu jam, dari pukul 08.00 hingga 09.00 WIB, asap pekat itu mulai memudar. Angin kencang yang bertiup di wilayah tersebut berperan penting dalam menyebarkan dan menghilangkan kabut asap dari Pekanbaru. Setelah itu, kualitas udara kembali membaik ke level sedang dengan warna biru. Namun, kondisi berbeda terjadi di Pelalawan yang masih diselimuti asap lebih tebal karena menjadi pusat sumber api.
Warjono menambahkan bahwa pemantauan terakhir menunjukkan adanya 75 titik panas di Riau, dengan 30 titik di antaranya terkonsentrasi di Pelalawan. Kebakaran yang masih aktif di daerah Kerumutan menjadi perhatian serius, mengingat lokasi tersebut sulit dijangkau dan didominasi oleh tanah gambut yang sangat mudah terbakar.
Meskipun ada potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Riau bagian barat, ancaman karhutla tetap tinggi. Suhu udara yang kini mencapai 33 derajat Celcius dan mendekati musim kemarau meningkatkan risiko penyebaran api. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan segera melaporkan atau berupaya memadamkan api sekecil apa pun yang mereka temukan.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG berencana memaksimalkan upaya modifikasi cuaca. Jika terdeteksi adanya potensi awan hujan, penyemaian garam akan dilakukan untuk memicu hujan buatan. Harapannya, hujan yang turun dapat membantu memadamkan titik-titik api karhutla yang masih berkobar.

