zonamerahnews.com – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii baru-baru ini menyoroti dampak dahsyat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu titik terparah yang merasakan guncangan hebat tersebut.
Syafii tidak sendirian dalam meninjau lokasi. Bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ia menyambangi Posko Desa Ronting di Kecamatan Lamba Leda Utara Manggarai Timur pada Senin.

Di tengah kerumunan pengungsi Syafii menyampaikan pesan penting. Ia mengimbau warga agar senantiasa waspada dan menjauhi bangunan yang rawan ambruk. Peringatan ini disampaikan mengingat potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi.
Lebih lanjut Syafii menekankan pentingnya solidaritas. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu dan saling menguatkan. Kolaborasi antara pemerintah tim SAR dan warga dinilai krusial demi kelancaran proses penanganan pascagempa.
Selain mengunjungi posko warga Syafii juga mendampingi Mendagri Tito Karnavian menuju Posko SAR di Manggarai Timur. Di sana ia kembali menegaskan komitmen Basarnas. Layanan pencarian dan pertolongan akan terus berjalan 24 jam penuh di area terdampak tanpa henti.
Memasuki hari ketiga operasi SAR Basarnas telah mengerahkan total 119 personel. Mereka tersebar di berbagai lokasi terdampak untuk memaksimalkan upaya bantuan. Rincian penempatan personel meliputi 11 orang di Kabupaten Nagekeo 5 orang di Kabupaten Ende serta 12 personel ditambah 14 dari tim pusat di Kabupaten Manggarai Timur.
Sementara itu 21 personel bertugas di Kabupaten Sikka 9 personel plus 23 dari tim pusat di Kabupaten Manggarai Barat dan 17 personel di Kabupaten Manggarai khususnya wilayah Reo yang didukung kru KN SAR 250. Tak ketinggalan 7 kru helikopter HR 3604 juga turut serta dalam misi kemanusiaan ini.
Secara keseluruhan penanganan pascagempa ini melibatkan kekuatan besar mencapai 711 personel. Mereka berasal dari beragam institusi seperti TNI Polri BPBD BMKG PMI Kementerian Perhubungan Pelindo Pelni pemerintah daerah hingga partisipasi aktif masyarakat setempat.
Kantor SAR Maumere bersama seluruh potensi SAR terus bergerak aktif. Mereka fokus pada pencarian pertolongan evakuasi serta pemantauan intensif di area-area terdampak. Koordinasi pengerahan personel dan sarana pendukung terus dioptimalkan demi penanganan yang efektif dan efisien bagi warga.
Basarnas menegaskan komitmennya untuk menjaga kesiapsiagaan penuh personel dan sarana pendukung selama operasi berlangsung. Prioritas utama tetap pada keselamatan dan pertolongan maksimal bagi masyarakat yang tertimpa musibah gempa.

