zonamerahnews.com – Kabar melegakan datang dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG setelah gempa dahsyat mengguncang Flores Nusa Tenggara Timur NTT. Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pascagempa berkekuatan magnitudo 77 pada Sabtu pagi kini resmi dicabut. Keputusan ini membawa sedikit ketenangan bagi warga yang sempat dilanda kepanikan luar biasa.
Gempa bumi yang mengguncang kawasan Flores terjadi tepat pukul 045824 WIB. Pusat getaran berada di 30 kilometer timur laut Mbay Nagekeo NTT dengan kedalaman yang relatif dangkal yakni 15 kilometer. Kondisi ini sebelumnya memicu kekhawatiran akan potensi gelombang laut raksasa.

Sebelumnya BMKG memang telah mengeluarkan status Siaga dan Waspada untuk beberapa wilayah menyusul potensi tsunami yang mengancam. Pemantauan muka air laut kemudian mengonfirmasi adanya kenaikan di sejumlah titik. Maurole Ende mencatat ketinggian gelombang tertinggi mencapai 094 meter pada pukul 0527 WIB.
Selain Maurole beberapa daerah lain juga merasakan dampak tsunami meskipun dengan ketinggian yang bervariasi. Di Sikka gelombang mencapai 019 meter sementara Pelabuhan Kewapante Sikka mencatat 038 meter. Flores Timur terdeteksi 025 meter Labuan Bajo 036 meter dan Dompu 017 meter. Wilayah lain seperti Bakalang Alor 014 meter Baubau 030 meter Bulukumba 054 meter dan Kolaka 023 meter juga mengalami kenaikan muka air laut.
Kepala BMKG Manggarai Barat Maria Patrica Seran sebelumnya telah mengonfirmasi kekuatan gempa yang mencapai M 77 serta potensi tsunami dan gempa susulan. Pemutakhirannya 77 SR ada potensi tsunami dan kemungkinan gempa susulan masih bisa terjadi ujarnya.
Dampak gempa juga terlihat jelas di Labuan Bajo. Sejumlah bangunan dan fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan. Hotel Jayakarta misalnya mengalami kerusakan pada bagian lobi tembok serta beberapa perabotannya. Fasilitas umum seperti gereja rumah sakit dan sekolah di pusat kota juga tidak luput dari kerusakan ringan.
Meskipun peringatan dini tsunami telah berakhir masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Penting bagi warga untuk terus mengikuti perkembangan informasi dan arahan resmi dari BMKG serta pemerintah daerah guna memastikan keamanan pascagempa.

