zonamerahnews.com – Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi baru-baru ini membuka tabir di balik berbagai isu hangat yang menyelimuti pemerintahan. Ia mengulas perannya mendampingi Presiden Prabowo Subianto, polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga fenomena "dunia simulakra" yang membentuk persepsi publik di era modern.
Hasan Nasbi menegaskan bahwa program MBG telah berhasil menjangkau puluhan juta rakyat Indonesia, sebuah capaian signifikan yang patut diapresiasi. Meski demikian, ia tidak menampik adanya sejumlah tantangan dan kekurangan dalam pelaksanaannya.

"Kami mengakui bahwa ada celah yang perlu diperbaiki. Realitas di lapangan menunjukkan adanya insiden makanan yang kurang berkualitas, kasus keracunan, hingga masalah profesionalisme dalam penyajian dan distribusi yang terkadang tidak tepat waktu," ungkap Hasan dengan jujur.
Namun, ia menambahkan bahwa dengan skala program yang telah melayani 62 juta orang, secara logis pengalaman positif yang dirasakan masyarakat jauh lebih banyak dibandingkan pengalaman buruk. Ini menjadi bukti bahwa dampak positif program ini jauh melampaui kendala yang muncul.
Dalam konteks negara demokrasi, Hasan juga menyoroti bahwa mispersepsi atau kesalahpahaman informasi merupakan hal yang sulit dihindari. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya keras untuk menyampaikan pesan sejelas mungkin demi meminimalisir distorsi informasi di tengah masyarakat. Di era digital yang didominasi algoritma, pembentukan realitas dan persepsi publik melalui "dunia simulakra" menjadi semakin kompleks, menuntut strategi komunikasi yang cerdas dan adaptif dari pemerintah.

