zonamerahnews.com – Pemerintah Indonesia kini menggalakkan sebuah inisiatif besar demi memacu laju inovasi dan meningkatkan daya saing nasional. Seluruh kementerian dan lembaga diajak untuk bersatu padu, mensinergikan kebijakan serta program guna membangun lingkungan kekayaan intelektual (KI) yang kokoh. Fokus utama adalah menciptakan terobosan baru, menambah nilai produk dan jasa, serta mengukuhkan posisi Indonesia di kancah global.
Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej menegaskan pentingnya langkah ini dalam sebuah forum koordinasi nasional di Jakarta. Menurutnya, di tengah derasnya arus inovasi teknologi dan ekonomi kreatif, upaya penguatan ekosistem KI tak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi yang erat, berkelanjutan, dan saling melengkapi menjadi kunci utama. Sebagai tindak lanjut, Kementerian Hukum telah memprakarsai pembentukan Tim Koordinasi Nasional Kekayaan Intelektual, melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah juga akan mematangkan Rencana Induk Kekayaan Intelektual Nasional untuk periode 2027-2036, yang akan menjadi panduan utama penyelarasan kebijakan lintas sektor.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar menambahkan, pertemuan strategis ini dirancang sebagai wadah krusial bagi lintas kementerian dan lembaga. Tujuannya adalah memperkuat tata kelola kekayaan intelektual nasional yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan. Forum ini juga menjadi momentum emas untuk menyelaraskan beragam kebijakan dan mengintensifkan sinergi antar pemangku kepentingan. Harapannya, kekayaan intelektual dapat menjelma menjadi pilar utama pembangunan ekonomi yang berbasis inovasi, kreativitas, dan daya saing tinggi.
Selama dua hari penuh, berbagai agenda strategis dibahas tuntas. Mulai dari penguatan diplomasi kekayaan intelektual, upaya mendongkrak peringkat Indonesia dalam Global Innovation Index (GII), hingga finalisasi pembentukan Tim Koordinasi Nasional KI. Pembahasan juga mencakup penyusunan Rencana Induk Kekayaan Intelektual Nasional 2027-2036, serta pengukuhan komitmen lintas kementerian dan lembaga melalui penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama. Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) turut mendukung penuh inisiatif ini, menilai langkah Indonesia sangat relevan untuk naik kelas di panggung internasional. Deputy Director General WIPO, Hasan Kleib, menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi Indonesia dalam menyusun Peta Jalan KI yang praktis dan berorientasi pada implementasi, menggunakan metodologi WIPO.
Forum yang dihadiri perwakilan 36 kementerian/lembaga, organisasi internasional, akademisi, dan beragam pemangku kepentingan ini diharapkan mampu membuahkan hasil signifikan. Kementerian Hukum berharap sinergi lintas sektor ini akan semakin mengukuhkan perlindungan, pemanfaatan, pengembangan, dan penegakan hukum di bidang kekayaan intelektual. Muaranya adalah lahirnya inovasi bernilai tambah, peningkatan daya saing nasional, serta terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

