zonamerahnews.com – Tragedi kebakaran Kapal Motor Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep Madura memicu respons cepat pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono AHY memastikan investigasi menyeluruh segera diluncurkan untuk mengungkap penyebab pasti insiden memilukan ini. Komite Nasional Keselamatan Transportasi KNKT akan memimpin penyelidikan krusial tersebut.
AHY menyampaikan duka mendalam bagi para korban dan berharap penanganan terbaik diberikan. Ia menjelaskan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama tim SAR terus bekerja keras memastikan proses evakuasi dan verifikasi data penumpang kapal yang terbakar.

"Pemerintah tidak akan menunda investigasi. Kita harus tahu persis apa pemicu di balik peristiwa tragis ini," tegas AHY saat berada di Bangkalan Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan ulang terhadap kondisi fisik kapal kesiapan sumber daya manusia kru kapal serta faktor cuaca yang mungkin berperan.
Musibah nahas ini terjadi pada Minggu 2 Agustus. KMP Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar dilaporkan mengangkut sekitar 250 jiwa saat api mulai berkobar. Informasi awal diterima Kantor SAR Surabaya pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak disusul konfirmasi dari operator kapal PT Atosim Lampung Pelayaran semenit kemudian.
Nakhoda kapal sempat melaporkan kebakaran di ujung utara Madura antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB sebelum komunikasi terputus total. Tim SAR segera bertindak cepat berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melacak posisi kapal. Pukul 09.45 WIB Kapal Meratus Project 3 mengonfirmasi KMP Mutiara Sentosa 2 berada 19 mil laut di utara Pulau Buruan Sapudi dengan kondisi hampir hangus dan penumpang terkonsentrasi di anjungan serta haluan.
Hingga Minggu malam pukul 21.00 WIB upaya evakuasi berhasil menyelamatkan 231 penumpang namun lima orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Total 236 korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian.
AHY menegaskan keselamatan adalah harga mati dalam setiap penyelenggaraan transportasi laut. "SOP harus dijalankan protap harus dipatuhi keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Mitigasi cuaca serta pemastian kelaikan kapal harus terus diperkuat agar tragedi serupa tidak terulang," pungkasnya. Ia menambahkan semangat pemerintah adalah terus meremajakan armada kapal demi keamanan pelayaran.

