zonamerahnews.com – Lupakan jamuan mewah di hotel berbintang. Bupati Blora Arief Rohman memilih jalur berbeda saat menjamu tamu istimewa dari ibu kota. Dengan cerdik ia mengajak Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ahmad Erani Yustika beserta rombongan menyelami kekayaan rasa lokal di Warung Lontong Opor Pak Pangat Ngloram pada Jumat lalu. Turut hadir dalam rombongan Direktur PEM Akamigas Cepu Erdila Indriani. Suasana santap siang di warung sederhana itu jauh dari kesan formal justru dipenuhi kehangatan khas pedesaan.
Bagi Arief Rohman memilih warung lokal sebagai lokasi jamuan bukan sekadar urusan mengisi perut. Ini adalah sebuah manuver diplomasi rasa. Taktik gerilya yang jitu untuk memperkenalkan potensi kuliner sekaligus mendongkrak Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM Blora langsung ke hadapan para pengambil kebijakan nasional.

"Dari tampilannya saja ini sudah menggugah selera. Berasa suasana Lebaran terus kalau kulineran Lontong Opor Pak Pangat Ngloram ini" ujar Bupati Arief di sela suapannya. Ia yakin pengalaman sensorik merasakan langsung kelezatan makanan di tempat asalnya akan menorehkan jejak yang lebih mendalam. Ketika ingatan itu melekat kuat akan bertransformasi menjadi cerita yang dibawa pulang ke ibu kota membuka cakrawala investasi hingga memperluas pasar bagi para perajin rasa di tingkat lokal.
Strategi cerdas ini membuahkan hasil positif. Ahmad Erani Yustika Sekjen ESDM tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap cita rasa Lontong Opor Pak Pangat yang baru pertama kali ia cicipi. "Dulu saya membayangkan kalau opor yang enak itu berasal dari tempat kelahiran saya atau dari kabupaten kota lain" tutur Erani jujur. "Tapi setelah merasakan langsung Lontong Opor Pak Pangat Ngloram ini yang paling top. Yang lain gugur sebelum semifinal" selorohnya yang disambut tawa renyah seisi warung.
Secara detail Erani memuji tekstur makanan yang disajikan. "Lontongnya tidak terlalu padat sehingga sangat enak dipadukan dengan opor yang rasanya luar biasa" tambahnya. Apresiasi tulus dari seorang pejabat pusat ini jelas menjadi angin segar sekaligus suntikan modal psikologis yang luar biasa bagi pelaku UMKM kuliner di Blora. Pengakuan ini menegaskan bahwa cita rasa lokal Blora tidak kalah saing dengan kuliner kota kota besar.
Lontong Opor Pak Pangat hanyalah satu dari ribuan potret UMKM yang sedang didorong untuk "naik kelas". Pemerintah daerah menyadari betul bahwa UMKM adalah pilar utama yang menopang denyut nadi ekonomi masyarakat. Karena itu dukungan yang diberikan tidak berhenti di meja makan Pak Pangat saja.
Pemerintah Kabupaten Blora secara paralel terus mengintensifkan program penguatan UMKM. Mulai dari bimbingan bisnis dan lokakarya rutin mempermudah akses perizinan memperkuat citra merek serta merambah pasar digital hingga membuka gerbang promosi di berbagai event daerah hingga kancah nasional. Arief lebih lanjut menegaskan bahwa kemajuan Blora tidak boleh hanya diukur dari kemegahan proyek fisik melainkan dari tingkat kemandirian ekonomi warganya.
Melalui sepiring lontong opor ayam kampung yang hangat Blora sedang menyampaikan pesan kuat ke kancah nasional. Bahwa di ujung Jawa Tengah ini ada rasa yang berkelas ada UMKM yang tangguh dan ada keramahan yang selalu siap menyambut siapa saja yang datang.

