zonamerahnews.com – Sebuah insiden tragis menyelimuti Kabupaten Garut Jawa Barat setelah delapan siswi Madrasah Tsanawiyah MTs Miftahul Ulum Cigedug mengalami musibah tenggelam saat berenang di sebuah kolam penampungan mata air. Peristiwa nahas yang terjadi di Kecamatan Cisurupan ini merenggut satu nyawa sementara tujuh siswi lainnya berhasil diselamatkan dari maut.
Kepolisian Resor Garut segera bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam atas kejadian memilukan tersebut. Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi mengungkapkan timnya telah mengambil sejumlah langkah strategis mulai dari pemeriksaan saksi-saksi kunci olah tempat kejadian perkara TKP hingga pemasangan garis polisi di area lokasi. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada detail yang terlewat dalam pengungkapan kasus.

Tragedi ini berlangsung pada Kamis siang 16 Juli di kolam penampungan mata air yang terletak di Kampung Cibolang Desa Cidatar Kecamatan Cisurupan. Delapan siswi tersebut diketahui berenang di lokasi usai mengikuti kegiatan sekolah bertajuk tadabur alam. Suasana riang gembira usai kegiatan seketika berubah menjadi duka mendalam.
Korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Siti Jamilah seorang siswi kelas IX berusia 14 tahun yang berasal dari Kecamatan Cigedug. Gadis belia ini tak mampu bertahan setelah tenggelam di kolam tersebut. Sementara itu tujuh rekan Siti Jamilah beruntung nyawanya dapat diselamatkan berkat kesigapan pihak-pihak yang ada di lokasi.
Dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan kepolisian disimpulkan bahwa insiden ini murni sebuah kecelakaan. Petugas tidak menemukan adanya unsur pidana atau kesengajaan yang menyebabkan kematian korban. Pihak keluarga korban juga telah menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum dan menerima kejadian ini sebagai musibah atau takdir yang tak terhindarkan.
Hingga saat ini garis polisi masih terpasang di sekitar area kolam penampungan mata air tersebut. Selain itu untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan keamanan masyarakat air di kolam penampungan telah dikosongkan sepenuhnya. Penanganan lokasi kejadian terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi risiko yang mengancam.

