zonamerahnews.com – Pemerintah Indonesia kini tengah menggenjot perombakan besar sektor pendidikan nasional melalui Program Pembenahan Satuan Pendidikan. Ini bukan sekadar proyek biasa melainkan langkah strategis nan ambisius guna mencetak generasi sumber daya manusia berkualitas tinggi yang siap mengukir masa depan gemilang Indonesia Emas 2045. Fokusnya tak hanya pada perbaikan fisik gedung sekolah melainkan membangun sebuah ekosistem pembelajaran yang lebih bermutu inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa alokasi dana untuk pendidikan adalah sebuah investasi jangka panjang bukan sekadar pengeluaran yang habis begitu saja. Lingkungan belajar yang bersih aman dan nyaman terbukti mampu mendongkrak semangat siswa yang pada akhirnya menjadi penentu mutu pembelajaran serta kualitas SDM bangsa. Mu’ti menekankan hasil nyata dari pembangunan pendidikan memang tidak instan dampaknya baru akan terasa signifikan dalam satu hingga dua dekade mendatang. Apa yang ditanam hari ini akan dipanen pada 2045.

Oleh karena itu pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Empat pilar utama transformasi pendidikan turut diperkuat yakni peningkatan kapasitas guru sebagai fondasi pedagogis penyempurnaan kerangka regulasi sebagai infrastruktur hukum pembentukan budaya sekolah yang positif sebagai infrastruktur kultural serta penyediaan fasilitas pembelajaran modern yang representatif.
Dalam implementasinya pemerintah memprioritaskan wilayah-wilayah yang paling membutuhkan. Sekolah-sekolah di area terdampak bencana daerah 3T terpencil terdepan terluar serta institusi dengan tingkat kerusakan parah menjadi sasaran utama pembenahan. Penanganan cepat sangat krusial guna menghindari dampak berkepanjangan terhadap mutu pendidikan seperti fenomena learning loss yang terjadi saat pandemi Covid-19. Presiden Prabowo Subianto bahkan menargetkan seluruh sekolah di penjuru Indonesia rampung direvitalisasi secara bertahap hingga tahun 2028.
Selain mendongkrak kualitas pendidikan program ini juga memberikan dorongan ekonomi lokal. Proses pembangunan banyak dilakukan melalui skema swakelola yang melibatkan aktif masyarakat sekitar. Transformasi pendidikan juga diperkuat dengan akselerasi digitalisasi sekolah. Pemerintah menyalurkan Interactive Flat Panel IFP melatih para pengajar memanfaatkan teknologi pembelajaran menyediakan akses internet hingga membagikan laptop sebagai perangkat penunjang proses belajar mengajar.
Bahkan sekolah-sekolah yang belum memiliki listrik dibantu dengan panel tenaga surya memastikan semua sarana siap dimanfaatkan secara optimal. Pemantauan di berbagai daerah menunjukkan pemanfaatan teknologi ini berhasil meningkatkan gairah belajar siswa dan kualitas pengajaran di kelas. Di sisi lain pemerintah juga memperkokoh pendidikan anak usia dini PAUD sebagai bagian integral dari kebijakan wajib belajar 13 tahun. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Desa pemerintah menargetkan minimal satu taman kanak-kanak di setiap desa sekaligus meningkatkan kompetensi guru PAUD melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau RPL dan memperluas bantuan Program Indonesia Pintar PIP.
Abdul Mu’ti turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu menjaga hasil pembenahan sekolah. Mengingat seluruh pembangunan menggunakan dana rakyat ia menekankan pentingnya menghindari penyalahgunaan anggaran dan penyelewengan. Pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud melalui sinergi kuat antara sekolah keluarga masyarakat dan media.
Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menyambut baik langkah pemerintah yang menempatkan pembenahan pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya pembangunan sekolah harus sejalan dengan penguatan kualitas pengajar agar manfaatnya benar-benar terasa dalam proses pembelajaran. Revitalisasi bukan sekadar mempercantik tampilan sekolah namun membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik dan berdampak langsung pada kualitas pengajaran.
Unifah juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah seperti percepatan sertifikasi guru program RPL serta penyaluran tunjangan profesi guru secara langsung sebagai bukti keseriusan dalam memajukan pendidikan nasional. Pendampingan kepada kepala sekolah juga dianggap krusial demi memastikan pelaksanaan pembenahan berjalan sesuai koridor. Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan digital kecerdasan buatan AI coding hingga budaya berbagi praktik baik antar guru harus terus digalakkan demi transformasi pendidikan yang berkelanjutan. Untuk menjamin program berjalan akuntabel Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan prinsip tata kelola yang baik. Setiap sekolah penerima bantuan mendapat pendampingan konsultan pengawasan ketat dari Inspektorat Jenderal serta monitoring bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

