Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Heboh Video Bupati Gowa Bareskrim Turun Tangan

    17-07-2026 - 03.05

    Harta Fantastis Eks Jampidsus PPATK Turun Tangan

    16-07-2026 - 22.05

    Gudang Amunisi TNI Madiun Meledak Nyawa Melayang

    16-07-2026 - 18.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Heboh Video Bupati Gowa Bareskrim Turun Tangan
    • Harta Fantastis Eks Jampidsus PPATK Turun Tangan
    • Gudang Amunisi TNI Madiun Meledak Nyawa Melayang
    • Elite Panik RUU Perampasan Aset Terus Tertunda
    • DPR Soroti Sekolah Negeri Sepi Murid Ada Apa
    • BPOM Jaga Ketat Produk Desa Demi Konsumen
    • Fakta Mengejutkan Balik Api Kos Kemayoran
    • Wapres Gibran Terjang Arus Demi Jembatan Mangkrak
    Jumat, 17 Juli 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - DPR Soroti Sekolah Negeri Sepi Murid Ada Apa
    Nasional

    DPR Soroti Sekolah Negeri Sepi Murid Ada Apa

    16-07-2026 - 13.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    DPR Soroti Sekolah Negeri Sepi Murid Ada Apa

    zonamerahnews.com – Sebuah realitas mengejutkan kini membayangi sektor pendidikan dasar di Indonesia. Banyak sekolah dasar negeri (SDN) di berbagai daerah menghadapi fenomena minimnya pendaftar siswa baru, sebuah kondisi yang memicu keprihatinan serius dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Lembaga legislatif mendesak pemerintah untuk segera meninjau ulang kebijakan distribusi satuan pendidikan.

    Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyuarakan kekhawatirannya. Ia menekankan pentingnya penataan ulang yang cermat terhadap persebaran unit pendidikan. Menurut Lalu, sepinya peminat di sejumlah sekolah negeri bukanlah semata-mata karena menurunnya daya tarik institusi tersebut, melainkan akibat dari serangkaian faktor kompleks yang saling berkaitan.

    DPR Soroti Sekolah Negeri Sepi Murid Ada Apa
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Lalu menjelaskan bahwa penurunan angka kelahiran nasional, pergeseran populasi penduduk, serta distribusi sekolah yang tidak proporsional menjadi penyebab utama. Selain itu, kualitas dan daya saing masing-masing satuan pendidikan juga turut memengaruhi keputusan orang tua dalam memilih tempat belajar bagi anak-anak mereka.

    Untuk mengatasi persoalan ini, Lalu Irfani mendesak pemerintah agar melakukan pemetaan kondisi yang akurat di setiap wilayah. Data yang komprehensif dianggap krusial sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran, guna memastikan setiap langkah yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan menjamin hak anak untuk memperoleh akses pendidikan.

    Dari sudut pandang DPR, pemerintah harus meninjau kembali tata letak dan keberadaan sekolah-sekolah dengan hati-hati. Prioritas utama harus tetap pada jaminan akses pendidikan bagi seluruh anak. Evaluasi mendalam terhadap potensi penggabungan sekolah, peningkatan standar mutu pembelajaran, pemerataan tenaga pendidik, serta penguatan fasilitas dan infrastruktur, mutlak dilakukan secara terukur.

    Keterlibatan aktif pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat juga dianggap esensial. Solusi yang dihasilkan tidak hanya diharapkan efisien dari sisi anggaran, tetapi juga mampu menjamin layanan pendidikan yang optimal dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

    Kondisi miris ini bukan sekadar wacana. Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, sejumlah sekolah melaporkan jumlah siswa baru yang sangat sedikit. Di Bandar Lampung, misalnya, SD Negeri 1 Gedung Meneng di Kecamatan Rajabasa hanya menerima dua peserta didik baru untuk kelas satu. Meski demikian, para guru tetap menyambut mereka dengan semangat saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung.

    Situasi serupa juga terjadi di Jawa Tengah. SD Negeri Purwoyoso 01 di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, hanya kedatangan tiga siswa baru. Lebih jauh di Magelang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat mencatat setidaknya 24 SD memiliki jumlah rombongan belajar kurang dari separuh kapasitas yang tersedia. Ini menunjukkan skala masalah yang cukup luas dan mendesak untuk segera ditangani.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Heboh Video Bupati Gowa Bareskrim Turun Tangan

    17-07-2026 - 03.05

    Harta Fantastis Eks Jampidsus PPATK Turun Tangan

    16-07-2026 - 22.05

    Gudang Amunisi TNI Madiun Meledak Nyawa Melayang

    16-07-2026 - 18.05

    Elite Panik RUU Perampasan Aset Terus Tertunda

    16-07-2026 - 16.05

    BPOM Jaga Ketat Produk Desa Demi Konsumen

    16-07-2026 - 08.05

    Fakta Mengejutkan Balik Api Kos Kemayoran

    16-07-2026 - 03.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Heboh Video Bupati Gowa Bareskrim Turun Tangan

    Nasional 17-07-2026 - 03.05

    zonamerahnews.com – Penyidik Bareskrim Polri kini tengah mendalami indikasi penyebaran video pribadi Bupati Gowa, Sitti…

    Harta Fantastis Eks Jampidsus PPATK Turun Tangan

    16-07-2026 - 22.05

    Gudang Amunisi TNI Madiun Meledak Nyawa Melayang

    16-07-2026 - 18.05

    Elite Panik RUU Perampasan Aset Terus Tertunda

    16-07-2026 - 16.05
    Our Picks

    Heboh Video Bupati Gowa Bareskrim Turun Tangan

    17-07-2026 - 03.05

    Harta Fantastis Eks Jampidsus PPATK Turun Tangan

    16-07-2026 - 22.05

    Gudang Amunisi TNI Madiun Meledak Nyawa Melayang

    16-07-2026 - 18.05

    Elite Panik RUU Perampasan Aset Terus Tertunda

    16-07-2026 - 16.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.