zonamerahnews.com – Kejaksaan Agung kembali mengguncang publik dengan penetapan tersangka baru dalam skandal proyek makan bergizi gratis MBG seorang perwira tinggi Polri Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan kini ikut terseret pusaran kasus korupsi yang merugikan negara
Brigjen Lalu diduga kuat mendirikan sebuah entitas bisnis melalui dua saksi berinisial YCS dan RD Perusahaan ini berfungsi sebagai alat untuk memasarkan wadah makanan atau food tray kepada calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG dengan banderol harga yang telah ditetapkan secara sepihak

Tak hanya itu jenderal bintang satu tersebut juga disinyalir memberikan persetujuan titik-titik lokasi SPPG dengan cara yang tidak sesuai prosedur Hal ini terjadi saat Lalu menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas BGN hingga Maret 2025 serta Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman pada Kamis 2 Juli mengungkapkan peran Lalu LMI meminta saksi YCS dan RD mendirikan perusahaan untuk sarana penjualan alat berupa food tray kepada calon mitra SPPG dengan harga yang sudah ditentukan
Dengan penetapan Brigjen Lalu total sudah ada tujuh individu yang dijerat Korps Adhyaksa dalam kasus rasuah MBG Mereka adalah eks Kepala BGN Dadan Hindayana eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung orang kepercayaan Sony Asep Yusuf Somantri Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal Andri Mulyono serta Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Glory Harimas Sihombing
Selain dugaan penyelewengan dalam pengadaan food tray tim penyidik kejaksaan sebelumnya juga mengungkap adanya proyek jarahan lain yang melibatkan sejumlah petinggi BGN Salah satunya adalah pengadaan motor listrik atau molis yang nilainya mencapai lebih dari Rp1 triliun
Proyek pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total dana Rp103 triliun itu disebut dilakukan secara melawan hukum karena tidak memenuhi syarat kontrak dan terjadi penggelembungan harga Dalam kasus molis ini peran seorang Kolonel TNI berinisial BU juga terkuak
Syarief menjelaskan pengadaan sepeda motor listrik tersebut melibatkan Lodewyk Pusung LP yang saat itu menjabat sebagai Wakil Kepala BGN dan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal PT YAT Andri Mulyono AM Mereka bersama-sama melakukan pengadaan sepeda motor listrik dengan anggaran fantastis sebesar Rp1.035.515.297.90802
Tak hanya molis dan food tray investigasi juga menemukan adanya dugaan korupsi dalam pengadaan 32.000 pasang sepatu 31.994 unit tablet serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci yang semuanya menjadi bagian dari skandal besar proyek makan bergizi gratis ini

