zonamerahnews.com – Kabar terbaru dari Katingan Kalimantan Tengah kembali mengguncang publik. Tim gabungan kepolisian berhasil menciduk seorang pria berinisial R yang diduga kuat terlibat dalam insiden tragis penyerangan aparat. Peristiwa berdarah ini sebelumnya menewaskan tiga personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan saat menjalankan tugas mulia memberantas peredaran gelap narkotika.
Penangkapan R merupakan buah kerja keras tim gabungan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan. Menurut Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, R diamankan sebagai bagian dari pengembangan penyidikan setelah beberapa terduga pelaku lain telah lebih dulu ditangkap. "Benar kami berhasil mengamankan seorang pria berinisial R yang diduga juga terlibat dalam kasus penyerangan anggota kami di Katingan" tegas Dodik di Palangka Raya.

Saat ini R masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami perannya dalam insiden maut yang merenggut nyawa dua personel Polres Katingan itu. Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk menuntaskan kasus ini hingga tuntas. Pengejaran terhadap para pelaku lain yang masih buron terus digencarkan.
Tim gabungan tak kenal lelah menyisir lapangan mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. "Terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan" imbuh Dodik.
Sebelumnya kepolisian juga telah mengamankan pria berinisial S alias A yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan brutal tersebut. Penangkapan S alias A dilakukan di sebuah lanting sedot emas tersembunyi di kawasan Desa Tumbang Pariyei Kecamatan Katingan Tengah. Kepala Polda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengonfirmasi penangkapan ini beberapa waktu lalu.
Insiden memilukan itu terjadi pada Kamis dini hari di Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan. Saat tim Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek terduga bandar sabu mereka justru mendapat perlawanan sengit dari sekelompok orang bersenjata tajam. Dalam baku hantam tersebut Aipda Yudhi Perdana Putra gugur di medan tugas. Tak hanya itu Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto yang sempat dilaporkan hilang akhirnya ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Katingan.

