zonamerahnews.com – Pemerintah Indonesia mengecam keras insiden tragis pembakaran pesawat dan penembakan pilot di wilayah Papua Pegunungan. Peristiwa keji yang diduga kuat didalangi kelompok Organisasi Papua Merdeka OPM ini menewaskan seorang penerbang warga negara Amerika Serikat.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Djamari Chaniago menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan biadab. Sejak informasi awal diterima pihaknya langsung memantau ketat dan menggelar koordinasi intensif dengan unsur TNI Polri serta kementerian lembaga terkait.

Djamari menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang sigap mengevakuasi jenazah Almarhum Nicholas F Goselin pilot pesawat AMA Air. Proses evakuasi berhasil dilakukan pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIT dari lokasi kejadian.
Pemerintah berjanji akan terus mendorong penyelidikan mendalam dan penegakan hukum tanpa kompromi terhadap para pelaku. Selain itu upaya penjaminan keamanan penerbangan rintisan yang menjadi urat nadi pelayanan masyarakat di Papua juga akan ditingkatkan.
Sementara itu Koops TNI Habema kini tengah memburu para dalang di balik penembakan pilot serta pembakaran pesawat di Bandara Ipdeheik Kampung Balinggama Distrik Sobaham Kabupaten Yahukimo. Insiden mengerikan ini terjadi pada Kamis kemarin.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M Wirya Arthadiguna menyebut berdasarkan informasi awal pembunuhan pilot dan pembakaran pesawat PT AMA Air disinyalir didalangi kelompok OPM XVI Yahukimo pimpinan Elkius Kobak.
Menindaklanjuti kejadian tersebut tim patroli Koops TNI Habema segera melancarkan operasi penyisiran dan pengejaran terhadap para pelaku. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas keamanan dan mengawal proses hukum yang berlaku.
Jenazah pilot Nicholas F Goselin yang merupakan warga negara Amerika Serikat berhasil dievakuasi oleh 10 personel Koops TNI Habema dengan bantuan dua unit helikopter Caracal. Setelah diterbangkan menggunakan dukungan udara Koops TNI Habema jenazah telah tiba dengan selamat di Timika.

