Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pencarian Dramatis Jurnalis Hilang Dekat Krakatau

    10-09-2026 - 08.05

    Terungkap Nasib SD Rusak di NTT Usai Heboh Smart TV

    10-09-2026 - 06.05

    DPR Desak Usut Tuntas Skandal Emas Rp58 M

    10-09-2026 - 03.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pencarian Dramatis Jurnalis Hilang Dekat Krakatau
    • Terungkap Nasib SD Rusak di NTT Usai Heboh Smart TV
    • DPR Desak Usut Tuntas Skandal Emas Rp58 M
    • AHY Titip Salam Rahasia Buat Megawati
    • MTQ Jateng Siap Guyur Ekonomi Triliunan Rupiah
    • AHY Buka Kartu 2029 Siapa Lawan
    • Nekat Terobos Semeru Saat Mencekam Satu Hilang
    • Detik Detik Lewotolok Muntahkan Ancaman Nyata
    Kamis, 10 September 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - GEGER! KPK Janji Tahan 2 Tersangka Baru Korupsi Haji Minggu Ini?
    Nasional

    GEGER! KPK Janji Tahan 2 Tersangka Baru Korupsi Haji Minggu Ini?

    01-06-2026 - 13.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    GEGER! KPK Janji Tahan 2 Tersangka Baru Korupsi Haji Minggu Ini?

    zonamerahnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku bakal segera melakukan penahanan terhadap dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024. Penahanan ini diproyeksikan terjadi dalam waktu dekat, bahkan bisa pada minggu ini atau minggu depan.

    Dua sosok yang akan segera ditahan tersebut adalah Ismail Adham, yang menjabat sebagai Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour), serta Asrul Azis Taba, Ketua Umum Asosiasi Kesthuri sekaligus Komisaris PT Raudah Eksati Utama.

    GEGER! KPK Janji Tahan 2 Tersangka Baru Korupsi Haji Minggu Ini?
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menanggapi pertanyaan seputar lamanya proses penahanan kedua tersangka. Menurutnya, strategi ini ditempuh guna memastikan kelengkapan dan kekuatan alat bukti yang akan digunakan. Hal ini krusial demi pembuktian yang solid di persidangan.

    "Memang terakhir ya ada dua dari pihak swasta yang ditetapkan sebagai tersangka, dan sampai dengan hari ini belum dilakukan penahanan. Kami sudah konfirmasi ke teman-teman penyidik dalam waktu dekat ya, ditunggu. Mungkin minggu ini atau minggu depan InsyaAllah dilakukan penahanan," ungkap Asep saat ditemui usai upacara memperingati Hari Lahir Pancasila di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/6).

    Asep lebih lanjut menjelaskan bahwa penahanan tersangka terikat oleh batasan waktu 90 hingga 120 hari kerja untuk melengkapi berkas perkara. Melebihi batas tersebut, KPK wajib membebaskan tersangka dari rumah tahanan. Oleh karena itu, pengumpulan dan penguatan alat bukti menjadi prioritas sebelum penahanan dilakukan.

    "Tentunya terkait dengan kecukupan alat buktinya ya, karena kita harus benar-benar mempersiapkan alat-alat bukti tersebut. Kemudian juga nantikan akan kita gelar di persidangan sehingga kalau dilakukan penahanan itu sudah terbatasi oleh waktu penahanan itu sendiri," terang Asep. "Jadi, kita kumpulkan dulu alat-alat buktinya. Setelah nanti lengkap baru kita lakukan upaya paksa penahanan," imbuhnya.

    Penetapan tersangka keduanya telah diumumkan oleh KPK pada Senin, 30 Maret lalu. Meski belum berujung pada penahanan fisik, KPK telah mengambil langkah preventif dengan mengajukan surat pencegahan bepergian ke luar negeri selama enam bulan bagi kedua nama tersebut.

    Perlu diketahui, dalam pusaran kasus yang sama, KPK juga telah memproses hukum mantan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dan Staf Khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka lebih dulu dan kini telah ditahan oleh KPK dalam rangka penyidikan.

    Kasus korupsi kuota haji ini sendiri disinyalir telah merugikan keuangan negara hingga Rp622 miliar. Setelah penahanan dilakukan, langkah selanjutnya adalah pelimpahan berkas perkara kedua tersangka kepada Penuntut Umum, untuk kemudian dilanjutkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) guna pemeriksaan dan pengadilan. (ryn/kid)

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Pencarian Dramatis Jurnalis Hilang Dekat Krakatau

    10-09-2026 - 08.05

    Terungkap Nasib SD Rusak di NTT Usai Heboh Smart TV

    10-09-2026 - 06.05

    DPR Desak Usut Tuntas Skandal Emas Rp58 M

    10-09-2026 - 03.05

    AHY Titip Salam Rahasia Buat Megawati

    09-09-2026 - 22.05

    MTQ Jateng Siap Guyur Ekonomi Triliunan Rupiah

    09-09-2026 - 18.05

    AHY Buka Kartu 2029 Siapa Lawan

    09-09-2026 - 16.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Pencarian Dramatis Jurnalis Hilang Dekat Krakatau

    Nasional 10-09-2026 - 08.05

    zonamerahnews.com – Operasi pencarian tim ekspedisi jurnalis dan kru speedboat yang lenyap di perairan Selat…

    Terungkap Nasib SD Rusak di NTT Usai Heboh Smart TV

    10-09-2026 - 06.05

    DPR Desak Usut Tuntas Skandal Emas Rp58 M

    10-09-2026 - 03.05

    AHY Titip Salam Rahasia Buat Megawati

    09-09-2026 - 22.05
    Our Picks

    Pencarian Dramatis Jurnalis Hilang Dekat Krakatau

    10-09-2026 - 08.05

    Terungkap Nasib SD Rusak di NTT Usai Heboh Smart TV

    10-09-2026 - 06.05

    DPR Desak Usut Tuntas Skandal Emas Rp58 M

    10-09-2026 - 03.05

    AHY Titip Salam Rahasia Buat Megawati

    09-09-2026 - 22.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.