Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kapal Induk RI Tiba Sungai Kering Ada Apa

    21-09-2026 - 06.35

    Cuaca Jakarta Diatur Siapa Dalang Hujan Deras

    21-09-2026 - 06.05

    Malam Nahas di Langkat Tiga Nyawa Melayang

    21-09-2026 - 03.35
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kapal Induk RI Tiba Sungai Kering Ada Apa
    • Cuaca Jakarta Diatur Siapa Dalang Hujan Deras
    • Malam Nahas di Langkat Tiga Nyawa Melayang
    • Waspada Densus 88 Dukung Larangan Gawai di Sekolah
    • Syarat Capres Dua Fraksi Guncang Politik Nasional
    • Terungkap Bukan Intel Ini Identitas Korban KKB
    • Prabowo Bongkar Profesor Dukung Asing
    • Prabowo Guncang Gontor Bela Palestina Dapat Keffiyeh
    Senin, 21 September 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional -
    Nasional

    30-03-2026 - 13.053 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email

    Misi Damai Berdarah: Prajurit TNI Gugur, DPR Desak Tarik Pasukan dari Lebanon!

    zonamerahnews – Jakarta – Kabar duka menyelimuti misi perdamaian Indonesia. Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon dilaporkan gugur setelah pos jaga mereka diserang oleh zionis Israel pada Minggu (29/3). Insiden tragis ini sontak memicu desakan keras dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar pemerintah segera menarik atau setidaknya mengevaluasi ulang keberadaan pasukan perdamaian TNI di wilayah konflik tersebut.

    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas insiden tersebut. Menurut Dave, kondisi keamanan di Lebanon saat ini tidak dapat lagi dinyatakan aman bagi prajurit Indonesia yang mengemban misi perdamaian. "Bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan penarikan atau pun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon," tegas Dave di kompleks parlemen, Senin (30/3), menekankan perlunya mempertanyakan kembali misi awal pengiriman pasukan.

    Komisi I DPR turut menyampaikan belasungkawa atas insiden yang tak hanya merenggut satu nyawa, namun juga menyebabkan dua prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka. Dave mendesak investigasi menyeluruh untuk mengungkap dalang dan motif di balik serangan brutal ini. "Ini serangannya itu dari mana, siapa yang menyerang, titiknya itu mau nyerang ke mana hingga akhirnya ada korban kita. Apakah dia itu berada di tempat yang salah atau karena apa namanya info yang salah dari pihak penyerang," ujarnya, menuntut kejelasan.

    Opsi penarikan pasukan dari misi perdamaian PBB, lanjut Dave, harus dipertimbangkan secara serius oleh pemerintah. Ia mencontohkan langkah serupa yang telah diambil oleh Italia. "Saya juga sempat baca tadi katanya ada salah satu negara Eropa Barat, Italia tepatnya, menyampaikan siap menarik personilnya dari sana," kata Dave. Ia menekankan pentingnya pertimbangan matang dan komunikasi intensif antara pemerintah dan pihak terkait sebelum mengambil keputusan.

    Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, melalui Karo Infohan Setjen Brigjen Rico Ricardo Sirait, telah mengonfirmasi gugurnya prajurit TNI tersebut. Rico menjelaskan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri yang intens. Selain satu korban jiwa, Rico menyampaikan bahwa satu prajurit mengalami luka berat dan dua lainnya luka ringan. "Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia," terang Rico dalam pesan singkatnya, Senin (30/3).

    Sebagai informasi, UNIFIL merupakan pasukan multinasional yang ditempatkan di Lebanon selatan dengan tugas utama mengawasi konflik di sepanjang garis demarkasi antara Lebanon dan Israel. Wilayah ini memang dikenal sebagai titik panas, sering terjadi bentrokan antara pasukan militer Israel dengan milisi Hizbullah yang didukung Iran. Indonesia sendiri menyumbangkan sekitar 1.200 personel dari total sekitar 10.000 pasukan UNIFIL yang berasal dari berbagai negara. Insiden ini menjadi pengingat pahit akan risiko tinggi yang dihadapi para penjaga perdamaian di medan konflik.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Kapal Induk RI Tiba Sungai Kering Ada Apa

    21-09-2026 - 06.35

    Cuaca Jakarta Diatur Siapa Dalang Hujan Deras

    21-09-2026 - 06.05

    Malam Nahas di Langkat Tiga Nyawa Melayang

    21-09-2026 - 03.35

    Waspada Densus 88 Dukung Larangan Gawai di Sekolah

    21-09-2026 - 03.05

    Syarat Capres Dua Fraksi Guncang Politik Nasional

    20-09-2026 - 22.35

    Terungkap Bukan Intel Ini Identitas Korban KKB

    20-09-2026 - 22.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Kapal Induk RI Tiba Sungai Kering Ada Apa

    Nasional 21-09-2026 - 06.35

    zonamerahnews.com – Gemuruh sorak sorai membahana di perairan Tanjung Priok Jakarta menyambut kedatangan kapal induk…

    Cuaca Jakarta Diatur Siapa Dalang Hujan Deras

    21-09-2026 - 06.05

    Malam Nahas di Langkat Tiga Nyawa Melayang

    21-09-2026 - 03.35

    Waspada Densus 88 Dukung Larangan Gawai di Sekolah

    21-09-2026 - 03.05
    Our Picks

    Kapal Induk RI Tiba Sungai Kering Ada Apa

    21-09-2026 - 06.35

    Cuaca Jakarta Diatur Siapa Dalang Hujan Deras

    21-09-2026 - 06.05

    Malam Nahas di Langkat Tiga Nyawa Melayang

    21-09-2026 - 03.35

    Waspada Densus 88 Dukung Larangan Gawai di Sekolah

    21-09-2026 - 03.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.