zonamerahnews – Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, diprediksi akan kembali diserbu ribuan wisatawan pada akhir pekan ini, tepatnya tanggal 28-29 Maret. Prediksi ini disampaikan langsung oleh Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, yang mengindikasikan potensi gelombang kedua kunjungan setelah arus mudik dan balik Lebaran yang baru saja mereda.
Wikha menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah intens berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk memantau data okupansi hotel. Langkah ini diambil sebagai antisipasi dini terhadap lonjakan pengunjung, terutama mengingat tren "work from anywhere" yang memungkinkan masyarakat untuk berlibur di luar kota. "Kami masih menunggu data dari PHRI terkait okupansi hotel di tanggal 28 dan 29," ujarnya kepada awak media pada Selasa (24/3), seperti dikutip dari zonamerahnews.com.

Tak hanya memantau, Polres Bogor juga telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Rencana ini akan diimplementasikan jika data okupansi hotel menunjukkan angka yang tinggi, menandakan potensi kepadatan kendaraan wisatawan yang signifikan. "Apabila arusnya okupansi hotelnya di atas tinggi, otomatis kita akan lakukan beberapa pola rekayasa di tanggal 28 dan 29," tambah Wikha, menekankan kesiapan pihak kepolisian.
Sebagai gambaran, kepadatan di jalur Puncak memang sempat mencapai puncaknya pada periode 22-23 Maret. Pada hari H Lebaran, 22 Maret, tercatat sekitar 56.000 kendaraan keluar masuk melalui Gerbang Tol Ciawi. Angka ini melonjak drastis ke 83.000 kendaraan pada 23 Maret, bahkan mencapai 94.000 kendaraan yang melintas naik maupun turun pada malam puncaknya.
Meski demikian, Wikha menyebut bahwa volume kendaraan yang melintas di jalur Puncak sudah mulai menurun dan terkendali pada hari Selasa (24/3) ini. "Hari ini sudah kita pantau dari pagi arusnya cukup terkendali," katanya. Ia membandingkan dengan dua hari sebelumnya, di mana rata-rata kendaraan per jam yang naik di bawah jam satu siang mencapai 2.500 hingga 3.000 lebih, sementara saat ini angkanya di bawah 2.500.
Kesiapan ini menunjukkan komitmen pihak berwenang untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan wisatawan, sembari tetap menunggu data akurat dari PHRI untuk menentukan langkah rekayasa yang paling tepat di akhir pekan mendatang.

