zonamerahnews.com – Kabar duka menyelimuti dunia militer Indonesia setelah sebuah insiden kecelakaan helikopter Mi-17V5 yang melibatkan prajurit TNI AD di wilayah perairan Kalimantan Tengah. Peristiwa memilukan ini terjadi saat tim sedang menjalankan misi kemanusiaan yang sangat berisiko yakni memadamkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik bangsa dalam tugas negara tersebut. Ketiga personel yang gugur dalam menjalankan kewajiban mulia ini adalah Letkol CPN Dudi Firmansyah, Kapten CPN Nurhafiz Akbar, dan Sertu Heri Prasetyo.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa Presiden telah mendapatkan laporan terkini mengenai kronologi kejadian melalui komunikasi telepon. Selain menyampaikan duka, pemerintah juga tengah fokus pada penanganan para korban yang selamat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan nahas tersebut terjadi saat helikopter milik Penerbangan Angkatan Darat atau Penerbad sedang melakukan proses pengambilan air laut untuk keperluan water bombing. Helikopter yang lepas landas dari Kuala Pembuang tersebut mengalami kendala teknis saat sedang berupaya memadamkan api di area hutan.
Saat ini terdapat lima prajurit yang berhasil selamat namun masih memerlukan perawatan intensif di Rumah Sakit TNI AD Tk III Dr R Soeharsono Banjarmasin. Kelima korban selamat tersebut meliputi Kapten Febri, Kapten Sugand, Letda Fercis, Prajurit Gilang, dan Serka Kadiya. Untuk memastikan pemulihan yang maksimal, para prajurit ini rencananya akan segera dievakuasi ke Jakarta dan Semarang guna mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Hingga saat ini pihak berwenang melalui Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menyatakan bahwa penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh tim ahli guna mengungkap fakta di balik tragedi ini.

