zonamerahnews.com – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Pidie menyusul bentrokan berdarah yang melibatkan aparat dan warga saat penertiban bendera Bulan Bintang. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh, bersama Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan, turun langsung ke lapangan untuk menjenguk para korban yang tengah menjalani perawatan medis.
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk empati mendalam atas insiden yang menelan satu korban jiwa dan belasan warga lainnya luka-luka. Dek Fadh mengungkapkan rasa berat hatinya saat melihat langsung penderitaan para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan setiap warga yang terdampak mendapatkan penanganan terbaik dan keadilan yang semestinya.

Peristiwa mencekam ini bermula di Desa Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, saat warga merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengibarkan bendera Bulan Bintang. Upaya persuasif yang dilakukan aparat gabungan TNI dan Polri untuk menurunkan simbol tersebut menemui jalan buntu, hingga memicu aksi saling serang antara massa dan petugas.
Pihak TNI menjelaskan bahwa tindakan pengamanan diambil setelah situasi memanas akibat adanya pelemparan batu dan kayu serta penggunaan senjata tajam oleh massa. Personel di lapangan dilaporkan telah menggunakan amunisi peringatan dan amunisi karet untuk mengendalikan kerusuhan sebelum akhirnya berhasil menurunkan bendera tersebut.
Insiden ini tidak hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga memicu gelombang kritik tajam. Komnas HAM menyatakan akan segera terjun ke lokasi untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap fakta sebenarnya di balik jatuhnya korban jiwa. Di sisi lain, organisasi KontraS Aceh mengecam keras penggunaan kekuatan bersenjata terhadap warga sipil dan mendesak agar persoalan simbol daerah ini diselesaikan melalui jalur dialog sesuai amanat Undang-Undang Pemerintahan Aceh.
Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana pemerintah dan aparat keamanan mampu meredam ketegangan agar persaudaraan di tanah Aceh tidak kembali retak akibat konflik yang menyakitkan ini.

