zonamerahnews.com – Polda Metro Jaya akhirnya angkat bicara menyikapi gelombang kritik masyarakat terkait acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang sempat viral. Pihak kepolisian secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat kegiatan tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa pihaknya menerima seluruh kritik dari publik dengan tangan terbuka. Menurutnya segala masukan yang masuk akan dijadikan bahan evaluasi penting demi memperbaiki kualitas pelayanan ke depannya.

Kegiatan yang berlangsung di depan Pos Polisi Thamthamrin Jakarta Pusat pada Kamis lalu itu memang menyedot perhatian luas. Acara yang mengusung tema patriotisme dan empati pemuda tersebut mendadak jadi sorotan karena kehadiran sejumlah figur publik papan atas.
Nama Raffi Ahmad hingga konten kreator Willie Salim turut mencuri perhatian dalam barisan tamu undangan. Menanggapi hal ini Budi Hermanto menjelaskan bahwa kehadiran kedua sosok tersebut murni karena undangan resmi dari pihak penyelenggara. Ia menyebut kehadiran mereka merupakan bentuk niat baik untuk ikut memaknai semangat Sumpah Pemuda.
Polda Metro Jaya menekankan bahwa esensi dari peringatan ini adalah menjaga nilai persatuan bangsa. Meski sempat menuai polemik pihak kepolisian berkomitmen untuk terus merangkul seluruh elemen masyarakat dalam menjaga semangat kebangsaan tersebut.

