zonamerahnews.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini tengah menyiapkan terobosan mutakhir untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang kerap melanda Indonesia. Kepala BRIN Arif Satria menegaskan bahwa penguatan riset prediksi menjadi prioritas utama guna memetakan potensi bencana hingga enam bulan ke depan.
Langkah strategis ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah memiliki kesiapan matang dalam menangani karhutla, baik dalam skala jangka pendek maupun jangka panjang. Fokus utama penelitian saat ini adalah mempelajari model perambatan api agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih dini sebelum api meluas.

Menariknya, BRIN tengah mengembangkan inovasi pemadam api berbahan dasar tepung singkong. Penemuan ini hadir sebagai solusi atas ketergantungan Indonesia terhadap bahan kimia impor seperti ammonium polyphosphate (APP) yang selama ini sulit didapat. Penggunaan tepung singkong ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemadaman api tanpa harus bergantung pada material luar negeri.
Selain riset teknologi pemadam, BRIN juga terus berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya. Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca untuk membantu menurunkan suhu udara dan memicu hujan di wilayah terdampak. Saat ini, keberhasilan hujan di sejumlah titik menjadi angin segar dalam upaya pengendalian kebakaran di lapangan.

