zonamerahnews.com – Kabar duka menyelimuti program Komponen Cadangan atau Komcad setelah seorang Aparatur Sipil Negara ASN dari Kementerian Ekonomi Kreatif Kemenekraf meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer Latsarmil. Peristiwa tragis ini sontak memicu Kementerian Pertahanan Kemhan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Komcad bagi para ASN.
Letjen Gabriel Lema Kepala Cadangan Nasional Kemhan menegaskan bahwa setiap program pasti akan melalui proses evaluasi. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas insiden wafatnya Vanreko Varkas Bagaskara ASN Kemenekraf berusia 28 tahun yang gugur dalam Latsarmil Komcad. Meski demikian Gabriel belum merinci detail spesifik mengenai aspek apa saja yang akan dievaluasi. Ia hanya memastikan bahwa seluruh mekanisme mulai dari seleksi hingga tahapan-tahapan yang ada akan ditinjau secara komprehensif.

Vanreko Varkas Bagaskara menghembuskan napas terakhir pada Sabtu 26 September saat berpartisipasi dalam Latsarmil Komcad di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Kolonel Kes dr Iman Fathurrohman Kepala RSAU dr Esnawan Antariksa mengungkapkan bahwa Vanreko mulai merasakan pandangan gelap dan pusing sekitar pukul 09.30 WIB sebelum akhirnya kehilangan kesadaran. Saat itu Vanreko baru saja menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil dan bersiap untuk sesi latihan kedua.
Pemeriksaan awal mengindikasikan Vanreko mengalami hipotensi dan peningkatan suhu tubuh yang kuat dugaan sebagai serangan heatstroke. Kondisi ini diperkirakan akibat respons fisik ekstrem terhadap paparan cuaca dan kelelahan fisik yang berlebihan. Petugas di lokasi dengan sigap memberikan pertolongan pertama berupa pendinginan kompres dingin pemberian cairan infus serta terapi oksigen sebelum dilarikan ke IGD RSAU dr Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma.
Di rumah sakit tim dokter spesialis segera menangani Vanreko. Mereka melakukan pemeriksaan mendalam pemantauan kondisi hemodinamik serta fungsi organ vital disertai stabilisasi bantuan pernapasan. Sebuah harapan sempat muncul pada Jumat malam pukul 19.00 WIB ketika observasi menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Pasien sempat sadar kembali menunjukkan respons refleks spontan dan tanda-tanda vitalnya stabil.
Namun kondisi Vanreko kembali memburuk secara drastis pada Sabtu 26 September dini hari. Sekitar pukul 04.30 WIB ia mengalami kejang berulang yang diikuti penurunan kesadaran. Dr Iman menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan komplikasi sistemik dari heatstroke yang telah memengaruhi fungsi organ vitalnya. Tim medis RSAU dr Esnawan dengan cepat berkoordinasi dengan RSPAD Gatot Soebroto untuk merujuk Vanreko guna penanganan lanjutan di unit neuro-intensive care.
Vanreko kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto menggunakan ambulans berstandar ICU didampingi tim medis dan personel POM AU. Setibanya di IGD RSPAD Gatot Soebroto sekitar pukul 11.30 WIB ia langsung menjalani pemeriksaan CT scan kepala dan mendapat penanganan intensif di ruang ICU. Meskipun seluruh tim medis gabungan dari Pusdikkes RSAU dr Esnawan Antariksa dan RSPAD Gatot Soebroto telah mengerahkan upaya terbaik dan penanganan maksimal Tuhan Yang Maha Esa berkehendak lain. Vanreko Varkas Bagaskara S.Pd dinyatakan meninggal dunia.

