Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PDIP: Caleg Berjuang Sia-sia di Pilpres

    25-09-2026 - 06.35

    Ombudsman Bongkar Napi Sultan di Penjara Mewah

    25-09-2026 - 06.05

    Terbongkar Arahan Eks Stafsus Menteri Agama

    25-09-2026 - 03.35
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • PDIP: Caleg Berjuang Sia-sia di Pilpres
    • Ombudsman Bongkar Napi Sultan di Penjara Mewah
    • Terbongkar Arahan Eks Stafsus Menteri Agama
    • Investasi Emas Rp58 Miliar Kombes Polri Terancam Ini Kata Korban
    • Gibran Digugat Lagi PSI Murka Sebut Politik Tak Beradab
    • KPK Gempur BPN Jatim 11 Jam Koper Kardus Disita
    • Nadiem Makarim Diskon Hukuman Kejagung Buka Suara
    • Tragedi KM Virgo Jumlah Korban Mengejutkan
    Jumat, 25 September 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - PDIP: Caleg Berjuang Sia-sia di Pilpres
    Nasional

    PDIP: Caleg Berjuang Sia-sia di Pilpres

    25-09-2026 - 06.352 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    PDIP: Caleg Berjuang Sia-sia di Pilpres

    zonamerahnews.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali menyuarakan gagasan revolusioner terkait reformasi sistem pemilu di Indonesia. Fraksi PDIP di DPR secara resmi mengusulkan kenaikan batas minimal parlemen menjadi 6 persen dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang akan segera dibahas di Komisi II DPR. Usulan ini bukan tanpa alasan, melainkan demi menciptakan parlemen yang lebih efektif dan menyederhanakan jumlah partai politik.

    Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menegaskan bahwa angka 6 persen merupakan batas ideal yang mempertimbangkan berbagai pengalaman pemilu sebelumnya. Menurutnya, angka tersebut sangat cocok dengan kultur kebhinekaan Indonesia, sekaligus mampu mewujudkan simplifikasi partai politik dan menjamin ketercapaian tujuan parlemen. Said bahkan menyatakan, 6 persen akan menjadi usulan resmi yang diusung PDIP dalam pembahasan RUU Pemilu bersama pemerintah.

    PDIP: Caleg Berjuang Sia-sia di Pilpres
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Selain itu, PDIP juga serius mempertimbangkan usulan dari Partai Golkar untuk memisahkan kembali jadwal Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Said Abdullah mengakui bahwa selama ini, perhatian publik dalam pemilu serentak cenderung didominasi oleh Pilpres, membuat Pileg seolah terabaikan. Ironisnya, ia menyoroti bahwa tidak ada dampak langsung atau "efek ekor jas" dari Pilpres terhadap perolehan suara partai atau calon legislatif (caleg).

    "Yang dominan selalu Pilpres, yang dibaca rakyat selalu Pilpres. Padahal manfaat ikutannya juga hampir tidak ada. Kecuali jas presiden saja calonnya, yang pakai jas. Ke partai politik hampir tidak ada," jelas Said. Ia menambahkan, kondisi ini membuat para caleg berjuang mati-matian, mengerahkan seluruh pikiran dan tenaga mereka untuk kesuksesan Pilpres, namun tanpa mendapatkan imbal balik yang signifikan untuk pencalonan mereka sendiri.

    Pemisahan jadwal ini, lanjut Said, juga penting agar masyarakat tidak memilih "kucing dalam karung" atau asal-asalan dalam menentukan wakil legislatif mereka. Padahal, para caleg telah mengorbankan banyak hal demi keberhasilan calon presiden.

    Wacana perubahan desain pemilu ini juga diperkuat oleh Anggota Komisi II DPR dari Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Ia telah lama mengusulkan agar ketiga jenis pemilu di Indonesia, yakni Pileg, Pilpres, dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), sebaiknya diselenggarakan secara terpisah. Doli menekankan pentingnya pemisahan ini untuk memastikan setiap pemilihan mendapatkan perhatian yang proporsional dan menghasilkan wakil rakyat yang benar-benar berkualitas.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Ombudsman Bongkar Napi Sultan di Penjara Mewah

    25-09-2026 - 06.05

    Terbongkar Arahan Eks Stafsus Menteri Agama

    25-09-2026 - 03.35

    Investasi Emas Rp58 Miliar Kombes Polri Terancam Ini Kata Korban

    25-09-2026 - 03.05

    Gibran Digugat Lagi PSI Murka Sebut Politik Tak Beradab

    24-09-2026 - 22.35

    KPK Gempur BPN Jatim 11 Jam Koper Kardus Disita

    24-09-2026 - 22.05

    Nadiem Makarim Diskon Hukuman Kejagung Buka Suara

    24-09-2026 - 18.35
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    PDIP: Caleg Berjuang Sia-sia di Pilpres

    Nasional 25-09-2026 - 06.35

    zonamerahnews.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali menyuarakan gagasan revolusioner terkait reformasi sistem pemilu…

    Ombudsman Bongkar Napi Sultan di Penjara Mewah

    25-09-2026 - 06.05

    Terbongkar Arahan Eks Stafsus Menteri Agama

    25-09-2026 - 03.35

    Investasi Emas Rp58 Miliar Kombes Polri Terancam Ini Kata Korban

    25-09-2026 - 03.05
    Our Picks

    PDIP: Caleg Berjuang Sia-sia di Pilpres

    25-09-2026 - 06.35

    Ombudsman Bongkar Napi Sultan di Penjara Mewah

    25-09-2026 - 06.05

    Terbongkar Arahan Eks Stafsus Menteri Agama

    25-09-2026 - 03.35

    Investasi Emas Rp58 Miliar Kombes Polri Terancam Ini Kata Korban

    25-09-2026 - 03.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.