zonamerahnews.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan perombakan besar-besaran terhadap infrastruktur jalur sepeda di ibu kota. Langkah ini diambil menyusul hasil audit dan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyoroti sejumlah aspek krusial.
Menurut Budi Awaluddin Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta sejumlah perubahan signifikan bakal diterapkan. Salah satunya adalah penggantian pembatas jalur sepeda berupa stickcone dengan paku marka jalan. "Pergantian ini bukan tanpa alasan. Kami meninjau dari segi keselamatan estetika kemudahan perawatan hingga nilai ekonomisnya" jelas Budi dalam pesan singkat kepada zonamerahnews.com Selasa malam. Penyesuaian ini juga mempertimbangkan kajian perencanaan pemeliharaan jaringan jalur sepeda di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Tak hanya itu pembatas planterbox di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin juga tak luput dari evaluasi. Lebar dan desain pembatas tersebut akan disesuaikan kembali demi pembagian lajur lalu lintas yang lebih adil serta peningkatan keamanan keselamatan dan ketertiban. Budi menegaskan lebar jalur sepeda yang sudah ada akan diseragamkan sesuai mekanisme pembagian lajur yang proporsional.
Aspek keselamatan dan kenyamanan pesepeda menjadi prioritas utama. Dishub DKI Jakarta berjanji untuk melakukan pemeliharaan perawatan dan perbaikan jalur sepeda secara rutin termasuk penanganan manhole yang kerap membahayakan. Seluruh poin evaluasi ini akan ditindaklanjuti secara bertahap memastikan jalur sepeda di Jakarta tetap dipertahankan dan berfungsi optimal.
Keputusan Pemprov DKI untuk mempertahankan jalur sepeda disambut baik oleh komunitas pesepeda. Ketua Umum Bike To Work (B2W) Indonesia Hendro Subroto menyampaikan apresiasinya. "Ini adalah sinyal positif yang sangat baik bagi masa depan transportasi berkelanjutan di Jakarta" ujar Hendro kepada zonamerahnews.com Rabu sore.
Meski demikian B2W Indonesia tetap memberikan sejumlah catatan penting. Terkait penggantian stickcone menjadi paku marka jalan B2W meyakini keputusan ini telah melalui kajian mendalam. Namun Hendro menekankan bahwa setiap infrastruktur yang direkomendasikan harus mengutamakan keamanan pesepeda di atas segalanya.
B2W juga mengusulkan agar evaluasi lebar jalur sepeda tidak hanya diseragamkan tetapi juga melalui uji coba lapangan. "Lebih baik ada uji coba dengan melihat kondisi nyata lingkungan jalan tingkat kepadatan lalu lintas untuk memastikan sisi keselamatan pesepeda" saran Hendro. Hal ini penting agar pembagian ruang jalan raya lebih proporsional dan efektif.
Yang paling utama Hendro berharap tidak ada lagi insiden kecelakaan yang disebabkan oleh jalur sepeda yang rusak berlubang atau manhole yang berbahaya. "Kejadian seperti ini sangat menyakitkan dan seharusnya bisa dicegah dengan pengawasan berkelanjutan pemeliharaan perawatan dan perbaikan jalur sepeda sebagai agenda rutin Pemprov DKI Jakarta" pungkasnya.

