zonamerahnews.com – Sebuah usulan revolusioner mencuat dari Partai Keadilan Sejahtera PKS terkait desain Pemilihan Umum 2029. Partai berlambang bulan sabit kembar ini secara tegas menyuarakan dukungan agar Pemilihan Legislatif Pileg dan Pemilihan Presiden Pilpres diselenggarakan secara terpisah. Langkah ini dinilai krusial demi memastikan legitimasi dan relevansi dukungan politik di masa mendatang.
Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menjelaskan alasan di balik sikap partainya. Menurut Kholid esensi pemisahan ini terletak pada penggunaan hasil Pileg 2029 sebagai basis utama untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden. Ia meyakini dinamika politik dan preferensi pemilih pada 2024 akan sangat berbeda dengan kondisi di 2029. Oleh karena itu dukungan untuk capres-cawapres seharusnya mencerminkan suara terbaru dari rakyat.

Kholid menegaskan PKS melihat opsi mendahulukan Pileg sebelum Pilpres sebagai strategi yang lebih ideal. Dengan demikian hasil Pileg 2029 akan menjadi fondasi kuat bagi partai atau gabungan partai politik dalam menentukan kandidat terbaiknya. Ini juga sejalan dengan semangat konstitusi yang memungkinkan partai tunggal atau koalisi mengusung calon tanpa terikat ambang batas pencalonan presiden yang sempat menjadi perdebatan.
Dukungan terhadap pemisahan jadwal pemilu ini juga datang dari Komisi II DPR. Anggota Komisi II DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia sebelumnya telah mengemukakan wacana serupa. Doli mengusulkan agar ketiga jenis pemilihan yaitu Pileg Pilpres dan Pilkada sebaiknya diselenggarakan secara terpisah tidak lagi serentak seperti beberapa edisi terakhir.
Wacana ini kini menjadi sorotan utama seiring rencana pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu di parlemen. Pemisahan jadwal diharapkan dapat mengurangi beban penyelenggara pemilu serta memberikan ruang yang lebih fokus bagi masyarakat untuk memilih wakil rakyat dan pemimpin negara secara lebih cermat dan independen.

