zonamerahnews.com – Sebuah sindikat narkoba rumahan yang memproduksi tembakau sintetis berhasil dibongkar aparat kepolisian di kawasan Gambir Jakarta Pusat. Dalam operasi senyap ini seorang pria berinisial SW berusia 27 tahun diamankan sebagai tersangka utama. Pengungkapan mengejutkan ini mengungkap modus operandi pembuatan narkotika yang telah berjalan selama setahun terakhir.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya melalui Subdit 1 melakukan penindakan pada Kamis malam 17 September sekitar pukul 23.30 WIB. Kompol Ardyan Yudo Setyantono selaku Kasubdit 1 menjelaskan bahwa penggrebekan ini berhasil menghentikan aktivitas "clandestine lab" atau industri rumahan narkotika jenis tembakau sintetis.

Dari lokasi kejadian petugas menyita sejumlah barang bukti krusial. Sebanyak tujuh plastik klip berisi tembakau sintetis dengan berat bruto total 25188 gram berhasil diamankan. Tak hanya itu berbagai peralatan canggih yang digunakan untuk produksi juga disita. Di antaranya kompor magnet gelas takar botol takar corong timbangan digital unit vacuum alat pres toples berisi tembakau campuran masker gas pemanas makanan sarung tangan latex kantong plastik klip hingga alat komunikasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tersangka SW mengakui bahwa laboratorium gelap ini telah beroperasi selama satu tahun. Selama periode tersebut ia telah melakukan proses produksi sebanyak empat kali. Rencananya hasil produksi tembakau sintetis tersebut akan diedarkan melalui platform media sosial menjangkau pasar yang lebih luas.
Saat ini SW beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Penyelidikan mendalam dan pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan serta pihak lain yang mungkin terlibat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto turut angkat bicara menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba. Ia menyerukan agar setiap informasi sekecil apapun dari masyarakat dapat sangat membantu kepolisian. Kepedulian dimulai dari lingkungan terdekat menjadi kunci bersama dalam memerangi kejahatan narkotika.

