zonamerahnews.com – Pihak Telkom University akhirnya angkat bicara mengenai insiden perundungan yang menggemparkan publik. Kampus menegaskan, aksi kekerasan terhadap mahasiswa baru di asrama bukan dilatarbelakangi dendam pribadi. Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi yang beredar luas.
Wakil Rektor III Bidang Admisi Kemahasiswaan dan Alumni Telkom University Ratri Wahyuningtyas menjelaskan para mahasiswa yang terlibat dalam kasus ini baru saling mengenal. Interaksi intensif mereka dimulai saat mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru PKKMB dan berlanjut di lingkungan asrama yang sama. Tidak ada riwayat hubungan sebelumnya antara korban dan pelaku.

Ratri menegaskan bahwa motif dendam personal tidak ditemukan dalam penyelidikan kampus. Baik korban maupun pelaku sama-sama berstatus mahasiswa baru dan tinggal di satu asrama. Interaksi mereka menjadi sangat intens karena berada dalam lingkungan yang sama. Namun, pihak kampus belum merinci alasan spesifik di balik tindakan perundungan tersebut.
Kampus telah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kronologi kejadian. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan dan kondisi korban, baik secara fisik maupun psikis. Untuk menjaga keamanan, korban dan pelaku telah ditempatkan di area asrama yang berbeda, dengan pendampingan khusus dari senior resident.
Selain pemisahan tempat tinggal, Telkom University juga menyediakan pendampingan dan layanan konseling bagi korban. Langkah ini diambil untuk mendukung pemulihan kesehatan mental dan fisik korban pasca-insiden.
Terkait sanksi, satu mahasiswa telah dijatuhi hukuman berat berupa pemberhentian atau drop out DO. Sementara itu, satu mahasiswa lainnya dikenai sanksi sedang. Meskipun demikian, rincian peran masing-masing mahasiswa serta detail sanksi belum diungkapkan kepada publik.
Kasus ini mencuat setelah sebuah video yang diduga menunjukkan aksi perundungan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang mahasiswa terlihat mengancam rekannya menggunakan semprotan pengharum ruangan yang disulut api. Mahasiswa yang menjadi korban tampak tanpa busana saat insiden itu terjadi di asrama kampus.

