zonamerahnews.com – Guyuran hujan deras tak henti sejak Sabtu siang telah mengubah sebagian besar wilayah Padang Sumatera Barat menjadi lautan air. Bencana banjir bandang ini melumpuhkan aktivitas kota dan menyebabkan belasan warga terisolasi membutuhkan uluran tangan tim penyelamat. Situasi darurat ini terus berlangsung hingga malam hari di tengah upaya evakuasi yang intensif.
Salah satu kawasan yang kembali menjadi sorotan adalah perumahan mewah Luminpark di Lubuk Minturun yang sebelumnya juga pernah dilanda musibah serupa. Kini, kompleks perumahan tersebut kembali terendam genangan air yang cukup tinggi. Meskipun demikian, belum ada laporan resmi mengenai jumlah pasti korban terdampak karena proses penyelamatan warga masih gencar dilakukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengungkapkan bahwa dua kecamatan paling parah terdampak banjir kali ini adalah Kuranji dan Koto Tangah. "Laporan yang kami terima sejauh ini mengindikasikan Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah sebagai wilayah dengan dampak terberat," jelas Hendri kepada awak media.
Di Kecamatan Kuranji, daerah Guo Lapau Munggu menjadi titik paling krusial. Sementara itu, di Kecamatan Koto Tangah, Lumin Park dan Kampung Apa menghadapi kondisi terburuk. "Memang ada beberapa lokasi lain yang juga terendam, namun tidak separah di Guo Kuranji dan Lumin Park," tambahnya. Hendri menegaskan bahwa prioritas utama tim saat ini adalah fokus pada evakuasi warga yang terjebak dan terdampak.
Pengamatan di lapangan oleh zonamerahnews.com menunjukkan ketinggian air masih sangat signifikan di banyak titik, mengganggu bahkan melumpuhkan arus transportasi. Jalan By Pass di depan Rumah Sakit Siti Rahma kini tak dapat dilalui kendaraan akibat genangan air yang terus meninggi. Kondisi serupa juga terlihat di area depan pemakaman umum Tunggul Hitam, di mana kemacetan panjang tak terhindarkan karena kendaraan tak bisa melintas.
Berbagai rekaman video yang diterima zonamerahnews.com memperlihatkan kepanikan warga. Sebagian dari mereka terpaksa naik ke loteng rumah untuk menyelamatkan diri dari air yang terus naik. Mereka memohon bantuan tim SAR untuk segera melakukan pertolongan dan evakuasi. Hingga pukul 19.00 WIB, hujan masih mengguyur meski di beberapa lokasi intensitasnya mulai mereda.

