zonamerahnews.com – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia blak-blakan menceritakan momen tak terduga saat berhadapan dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani. Bukan Pramono yang bertanya, melainkan Mamdani yang justru terheran-heran dengan sistem transportasi Ibu Kota. Kisah menarik ini diungkapkan Pramono dalam sambutannya pada pembukaan Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) beberapa waktu lalu.
Pertemuan yang terjadi sekitar tiga pekan sebelumnya itu awalnya diprediksi Pramono akan menjadi ajang baginya untuk menggali informasi dari pemimpin kota metropolitan dunia. Namun, skenario berubah drastis. Mamdani justru melontarkan pertanyaan yang membuat Pramono terkejut sekaligus bangga: bagaimana Jakarta, dengan populasi yang jauh lebih padat, bisa memiliki sistem transportasi yang dinilai lebih unggul ketimbang New York.

"Saya kira saya yang akan banyak bertanya saat diundang Wali Kota Mamdani. Tapi begitu kami duduk, dia langsung bertanya, ‘Kenapa Jakarta dengan 11 juta penduduk, dibanding New York yang 8,4 juta, tapi transportasinya lebih baik dari New York?’" tiru Pramono, mengulang perkataan Mamdani. Kesempatan emas itu tak disia-siakan. Pramono langsung memanfaatkan momen untuk memaparkan keunggulan tata kelola transportasi Ibu Kota. "Waduh, ini kesempatan saya untuk pamer ke Mamdani," canda Pramono yang disambut riuh tawa hadirin.
Dalam diskusi mendalam itu, Pramono kemudian membeberkan rahasia di balik keberhasilan Jakarta. Kunci utamanya adalah upaya masif mendorong masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan moda transportasi publik. Strategi ini sangat vital mengingat Jakarta dibanjiri jutaan komuter harian dari wilayah penyangga.
Pramono menjelaskan, akar masalah kemacetan di Ibu Kota adalah pergerakan sekitar 3,5 hingga 4 juta jiwa dari daerah aglomerasi yang setiap pagi membanjiri Jakarta untuk bekerja, dan kembali ke daerah asal pada sore hari.
Untuk mengatasi kepadatan luar biasa ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak henti memperluas jangkauan layanan transportasi umum yang melintasi batas wilayah. Optimalisasi armada Transjabodetabek menjadi salah satu solusi andalan. "Sekarang sudah ada Transjabodetabek yang melayani rute dari Jakarta ke Blok M, dari Bekasi ke Blok M, hingga dari Tangerang Selatan ke Blok M," terang Pramono.
Pramono optimis, perluasan dan integrasi rute transportasi massal ini akan perlahan mengubah kebiasaan masyarakat. Dengan kenyamanan yang terus meningkat, warga akan semakin nyaman menggunakan angkutan umum, sekaligus menjadi jawaban jangka panjang untuk menekan angka kemacetan di Ibu Kota.

