zonamerahnews.com – Kobaran api kembali melanda wilayah Prabumulih Sumatra Selatan Jumat malam lalu, menyulut kekhawatiran serius di tengah masyarakat. Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang semula melanda puluhan hektar kini merembet ke tiga desa sekaligus: Tanjung Batu Jungai dan Tanjung Miring di Kecamatan Rambang Kapak Tengah. Ironisnya api ganas ini tak hanya melahap lahan kosong namun juga menghanguskan perkebunan karet milik warga desa yang menjadi tumpuan hidup mereka.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Prabumulih Sriyono mengungkapkan bahwa musibah ini telah melalap setidaknya 15 hektar lahan dan kebun karet. Tim di lapangan menghadapi rintangan berat dalam upaya pemadaman. Lokasi titik api yang sulit dijangkau menjadi kendala utama ditambah lagi dengan minimnya pasokan air bersih akibat kemarau panjang. Kondisi ini membuat api semakin leluasa menyebar dan mengancam area lebih luas.

Meski demikian upaya penjinakan api terus digencarkan oleh berbagai pihak. Sriyono menegaskan bahwa timnya telah mengerahkan mobil tangki dan mobil pemadam kebakaran untuk menyuplai air ke lokasi. Proses pemadaman di Desa Tanjung Batu yang berbatasan langsung dengan Tanjung Miring bahkan sempat teridentifikasi masuk wilayah Ogan Ilir menambah kompleksitas penanganan.
Walikota Prabumulih H Arlan tak tinggal diam. Ia turun langsung ke lokasi memimpin upaya pemadaman. Dalam kesempatan itu Walikota Arlan mengimbau seluruh warga desa untuk bahu-membahu membantu memadamkan api. Ia juga mengingatkan keras agar tidak ada lagi pembakaran lahan baik itu lahan kosong maupun perkebunan demi mencegah terulangnya bencana serupa. Instruksi tegas juga telah disampaikan kepada seluruh lurah camat serta ketua RT dan RW agar bersinergi dalam penanggulangan bencana ini.

