Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    6 Jam Lebih Diperiksa KPK Rita Widyasari Akui Ini

    07-10-2026 - 18.35

    Pesta Rakyat Kelapa Gading Meriah UMKM Panen Rupiah

    07-10-2026 - 18.05

    Aktivis Mahasiswa Divonis Bui Kasus Timpa Teks

    07-10-2026 - 16.35
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • 6 Jam Lebih Diperiksa KPK Rita Widyasari Akui Ini
    • Pesta Rakyat Kelapa Gading Meriah UMKM Panen Rupiah
    • Aktivis Mahasiswa Divonis Bui Kasus Timpa Teks
    • Terkuak Sikap Gerindra Usai Putusan MK Gibran
    • 4 WNI Selamat Dari Cengkraman Bajak Laut Somalia
    • Gibran Tetap Wapres MK Ungkap Fakta Mengejutkan
    • Detik Detik Haru 4 WNI Korban Bajak Laut Tiba di RI
    • Hati-Hati Berbagi Data Tanpa Izin Bisa Dipidana
    Rabu, 7 Oktober 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - 6 Jam Lebih Diperiksa KPK Rita Widyasari Akui Ini
    Nasional

    6 Jam Lebih Diperiksa KPK Rita Widyasari Akui Ini

    07-10-2026 - 18.352 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    6 Jam Lebih Diperiksa KPK Rita Widyasari Akui Ini

    zonamerahnews.com – Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari akhirnya angkat bicara setelah menjalani pemeriksaan maraton di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta Selatan. Selama lebih dari enam jam, politisi wanita ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan nama Khairudin.

    Rita, yang tiba di markas lembaga antirasuah sekitar pukul 10.12 WIB dan baru meninggalkan lokasi pada pukul 16.35 WIB, didampingi seorang pria saat keluar. Kepada awak media, ia membenarkan statusnya sebagai saksi untuk Khairudin, yang diketahui merupakan Komisaris PT Media Bangun Bersama. "Saya jadi saksi untuk Pak Khairudin, itu saja," ujarnya singkat.

    6 Jam Lebih Diperiksa KPK Rita Widyasari Akui Ini
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Kasus TPPU ini bukanlah hal baru bagi Rita Widyasari. Pada awal tahun 2018, KPK telah menetapkannya bersama Khairudin sebagai tersangka. Keduanya diduga kuat menyamarkan uang hasil gratifikasi fantastis senilai Rp436 miliar. Dana tersebut diduga berasal dari berbagai sumber, termasuk pungutan atas proyek, perizinan, serta pengadaan barang dan jasa yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Kartanegara.

    Modus operandi yang diduga digunakan Rita dan Khairudin meliputi pembelian kendaraan atas nama pihak lain, akuisisi lahan, serta penyimpanan dana menggunakan identitas orang lain. Sejumlah aset kendaraan bahkan telah disita oleh KPK sebagai bagian dari proses penyidikan.

    Selain Rita, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi lain pada hari yang sama, yakni Bohari dari kalangan swasta dan Khairudin sendiri. Namun, hanya Bohari yang terkonfirmasi memenuhi panggilan penyidik.

    Dalam perkembangan kasus terkait, KPK juga pernah mengumumkan penetapan tiga perusahaan batu bara di Kutai Kartanegara sebagai tersangka dugaan korupsi. Ketiga perusahaan tersebut, PT Sinar Kumala Naga, PT Alamjaya Barapratama, dan PT Bara Kumala Sakti, diduga menjadi sarana bagi Rita untuk menerima gratifikasi. Investigasi ini telah melibatkan sejumlah nama besar sebagai saksi, termasuk Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Nabil Husein Said Amin Al Rasydi, Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno, hingga pihak swasta Geisz Chalifah.

    Rita Widyasari berharap agar kasus dugaan pencucian uang yang menyeret namanya ini dapat segera menemukan titik terang dan berakhir. "Sebagai mantan bupati, saya berharap cepat selesai," pungkasnya.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Pesta Rakyat Kelapa Gading Meriah UMKM Panen Rupiah

    07-10-2026 - 18.05

    Aktivis Mahasiswa Divonis Bui Kasus Timpa Teks

    07-10-2026 - 16.35

    Terkuak Sikap Gerindra Usai Putusan MK Gibran

    07-10-2026 - 16.05

    4 WNI Selamat Dari Cengkraman Bajak Laut Somalia

    07-10-2026 - 13.05

    Gibran Tetap Wapres MK Ungkap Fakta Mengejutkan

    07-10-2026 - 08.35

    Detik Detik Haru 4 WNI Korban Bajak Laut Tiba di RI

    07-10-2026 - 08.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    6 Jam Lebih Diperiksa KPK Rita Widyasari Akui Ini

    Nasional 07-10-2026 - 18.35

    zonamerahnews.com – Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari akhirnya angkat bicara setelah menjalani pemeriksaan maraton…

    Pesta Rakyat Kelapa Gading Meriah UMKM Panen Rupiah

    07-10-2026 - 18.05

    Aktivis Mahasiswa Divonis Bui Kasus Timpa Teks

    07-10-2026 - 16.35

    Terkuak Sikap Gerindra Usai Putusan MK Gibran

    07-10-2026 - 16.05
    Our Picks

    6 Jam Lebih Diperiksa KPK Rita Widyasari Akui Ini

    07-10-2026 - 18.35

    Pesta Rakyat Kelapa Gading Meriah UMKM Panen Rupiah

    07-10-2026 - 18.05

    Aktivis Mahasiswa Divonis Bui Kasus Timpa Teks

    07-10-2026 - 16.35

    Terkuak Sikap Gerindra Usai Putusan MK Gibran

    07-10-2026 - 16.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.