zonamerahnews.com – Kabar mengejutkan datang dari Jakarta Selatan seorang koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia BEM UI Hafidz Hernanda diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal OTK di kawasan Tebet Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu 4 Oktober sekitar pukul 23.50 WIB dan sontak viral di berbagai platform media sosial termasuk akun Instagram @gerpolek.id yang membeberkan kronologi awal.
Menurut informasi yang beredar luas Hafidz disebut diserang secara brutal Ia ditendang hingga terjatuh dari sepeda motornya sebelum kemudian dihajar oleh para pelaku Pihak Universitas Indonesia melalui Direktur Hubungan Masyarakat Media Pemerintah dan Internasional UI Erwin Agustian Panigoro telah mengonfirmasi dugaan insiden kekerasan ini.

Erwin menjelaskan setelah menerima laporan UI segera bergerak cepat berkoordinasi dengan Hafidz keluarganya serta rekan-rekan pengurus BEM UI untuk memastikan kondisi dan kebutuhan yang diperlukan Universitas menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa segala bentuk tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan menimpa siapa pun termasuk mahasiswa mereka.
Fokus utama UI saat ini adalah menjamin keselamatan penanganan medis dan pemulihan penuh bagi Hafidz Sebagai bentuk tanggung jawab institusi UI memberikan pendampingan komprehensif yang mencakup tiga aspek penting Pertama pendampingan pengobatan hingga proses penyembuhan Kedua dukungan penuh dalam pelaporan dan penanganan perkara kepada pihak kepolisian Ketiga pendampingan konsultasi hukum demi memastikan seluruh hak mahasiswa terlindungi selama proses berlangsung.
UI sepenuhnya menyerahkan pengungkapan fakta peristiwa ini kepada aparat penegak hukum dan akan terus mengawal setiap tahapan prosesnya Universitas berharap penyelidikan berjalan cepat profesional dan tuntas agar kebenaran dapat terungkap secara terang benderang Lebih lanjut UI berkomitmen kuat untuk menjaga rasa aman seluruh civitas akademika dalam menjalankan aktivitas akademik maupun kemahasiswaan termasuk kebebasan berpendapat.

