zonamerahnews.com – Sebuah kasus penganiayaan keji terhadap sejumlah anak buah kapal ABK yang videonya menggemparkan jagat maya kini mulai terkuak motifnya. Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap fakta mengejutkan di balik kekerasan sadis ini para korban disiksa karena dianggap gagal memenuhi target tangkapan laut yang ditetapkan.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri menjelaskan bahwa setiap ABK dibebani kuota tangkapan harian yang harus dipenuhi. Kegagalan mencapai target minimal tiga kilogram cumi atau komoditas laut lainnya berujung pada tindakan kekerasan fisik yang tidak manusiawi. Pihak berwenang masih terus mengumpulkan bukti dan data faktual untuk memperkuat temuan ini.

Video yang menyebar luas menunjukkan betapa brutalnya aksi penyiksaan tersebut. Dalam rekaman itu terlihat seorang pria dipaksa duduk di dalam tong berisi air kemudian diinjak di bagian bawah tubuhnya ditonjok berulang kali dan disemprot air tepat ke wajahnya. Tak hanya itu seorang pria lain berbaju biru juga tampak ikut memukul dan menarik baju korban dari belakang menambah daftar panjang kekejaman yang terjadi.
Polisi mencatat ada empat ABK yang menjadi korban dalam insiden mengerikan ini mereka adalah Ilham Shalahudin Oktavian Makhreza Syawal Suswono dan Johan Saputra. Mirisnya rata-rata dari mereka baru dua bulan bekerja di kapal tersebut saat insiden penyiksaan terjadi.
Untuk menutupi jejak kejahatan para pelaku bahkan sempat menghubungi orang tua korban dan menciptakan alibi palsu. Pengurus kapal berbohong dengan mengklaim bahwa salah satu korban Ilham Shalahudin jatuh sakit beri-beri dan sedang dirawat di Rumah Sakit Dobo di wilayah hukum Kepulauan Aru. Namun setelah penyelidikan mendalam polisi menegaskan bahwa informasi tersebut hanyalah rekayasa belaka dan korban tidak pernah mendapatkan perawatan medis dari pengurus kapal.
Saat ini fokus utama kepolisian adalah memulihkan kondisi fisik dan psikologis para korban yang mengalami trauma mendalam. Bersamaan dengan itu perburuan terhadap para terduga pelaku penganiayaan di atas kapal masih terus digencarkan. Dari sekitar 14 ABK yang berada di kapal tersebut polisi akan menelusuri siapa saja yang terlibat dalam aksi keji ini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

