zonamerahnews.com – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kembali menunjukkan taringnya dengan membekuk sejumlah individu yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme. Operasi senyap ini berlangsung di tiga wilayah berbeda: Bandung Jawa Barat Klaten Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah pada waktu yang hampir bersamaan. Penangkapan dan penggeledahan ini berhasil mengamankan berbagai bukti krusial yang kini menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut.
Salah satu titik operasi Densus 88 terjadi di Parakan Saat Kecamatan Antapani Kota Bandung pada Jumat pagi. Tim elite antiteror tersebut menyisir sebuah rumah kontrakan setelah sebelumnya berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat terlibat dalam aktivitas terorisme di lokasi terpisah. Dari penggeledahan itu aparat menyita beberapa barang bukti elektronik seperti flashdisk kartu SIM ponsel dan perangkat komunikasi lainnya. Ketua RT setempat Agus membenarkan adanya penyitaan tersebut. Demi menjaga kondisi psikis istri dan dua anak terduga pelaku yang berada di rumah selama penggeledahan petugas Polwan turut dikerahkan untuk memberikan pendampingan. Setelah proses rampung keluarga terduga dipastikan tidak ikut diamankan.

Tak hanya di Jawa Barat pergerakan Densus 88 juga menyasar Desa Palar Klaten Jawa Tengah. Di sana dua pria berinisial N dan Y yang juga diduga teroris berhasil ditangkap. Tim Densus 88 kemudian menggeledah rumah kontrakan N dan menyita satu unit tablet dua ponsel serta tujuh buku yang disinyalir berkaitan dengan aktivitas terorisme. Menurut Kasi Pemerintahan Desa Palar Didit Agung Prihantoro N bukanlah warga asli dan baru mengontrak sekitar dua tahun. Ia dikenal tertutup jarang berinteraksi dengan warga sekitar dan disebut-sebut bekerja sebagai pengajar di sebuah pondok di Desa Temuwangi. N diketahui sudah berkeluarga dan memiliki tiga anak. Sementara itu dari rumah kontrakan Y petugas hanya membawa satu unit hard disk. Kasi Kesra Desa Palar Pandu Wiratana Dwi Prasetyo menjelaskan Y juga bukan warga asli melainkan berasal dari Boyolali. Seperti N Y juga dikenal jarang bersosialisasi dan bekerja sebagai tukang reparasi elektronik seperti mesin cuci dan kompor.
Gelombang penangkapan serupa juga terjadi di Pulau Sulawesi. Densus 88 Antiteror Polda Sulawesi Tengah berhasil mengamankan tiga terduga teroris di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso. Dua di antaranya berinisial A dan GG ditangkap di Desa Tomoli Utara Kecamatan Toribulu Parigi Moutong. Sedangkan terduga ketiga berinisial S diamankan di Poso. Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Achmad Muhaimin menegaskan bahwa tim Densus 88 masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap lebih dalam keterlibatan serta jaringan terorisme dari ketiga individu tersebut. Penyelidikan intensif terus dilakukan untuk membongkar akar-akar teror di wilayah ini.

