zonamerahnews.com – Sebuah keputusan mengejutkan datang dari Basarnas yang secara resmi menghentikan upaya penyelaman untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang masih dinyatakan hilang. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan kuat, melainkan karena perubahan drastis pada kondisi jenazah korban serta struktur kapal yang semakin labil di dasar laut.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa pada awal operasi, tim penyelam masih dapat mengevakuasi korban dari dalam bangkai kapal dengan relatif mudah. Saat itu kondisi jenazah masih memungkinkan untuk mengapung ke permukaan setelah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan kapal. "Pada beberapa hari pertama, korban yang berhasil dievakuasi dari dalam kapal masih dapat terapung, sehingga mudah diterima oleh tim SAR di permukaan," ujar Syafii dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-21 di Banjarmasin Kalimantan Selatan Sabtu malam (3/4).

Namun seiring berjalannya waktu situasi di bawah air berubah total. Struktur kapal terus mengalami pergeseran dan kerusakan membuat akses ke bagian dalam semakin sulit dan berbahaya. Yang lebih memprihatinkan kondisi jenazah korban kini sangat rapuh. "Jika sebelumnya korban bisa naik dengan sendirinya, kini tubuh korban dapat terurai saat dikeluarkan dari kapal. Oleh karena itu, operasi bawah air saat ini dinilai tidak lagi efektif," tegas Syafii.
Basarnas kini menaruh harapan besar pada pemilik kapal untuk segera melakukan operasi pengangkatan badan kapal atau salvage. Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan keberadaan korban yang diduga masih terperangkap di dalam kapal sekaligus mempermudah proses evakuasi setelah bangkai kapal berhasil diangkat dari dasar laut. "Kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal sudah dilakukan, dan tiga hari terakhir ini tidak ditemukan korban lagi," tambahnya.
Syafii juga mengungkapkan bahwa masih ada beberapa area kapal termasuk lambung kiri yang belum dapat dijangkau oleh penyelam. Kondisi kapal yang sangat tidak stabil di kedalaman laut menimbulkan risiko tinggi bagi keselamatan tim penyelam.
Meski demikian penghentian operasi penyelaman bukan berarti pencarian korban dihentikan sepenuhnya. Basarnas memutuskan untuk melanjutkan pencarian namun dengan fokus yang berbeda. Berdasarkan evaluasi hari ke-21 upaya pencarian kini akan dialihkan ke wilayah perairan yang berpotensi menjadi lokasi hanyutnya korban akibat arus laut. Area pencarian diperluas meliputi perairan Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat.
Hingga Minggu (4/4) pukul 17.30 Wita Basarnas mencatat total 190 orang telah ditemukan dari 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut 108 orang berhasil selamat sementara 82 orang ditemukan meninggal dunia. Sebanyak 53 korban lainnya masih dalam proses pencarian.

