zonamerahnews.com – Kabar gembira bagi ribuan warga Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa dahsyat beberapa waktu lalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB memastikan percepatan penyaluran berbagai bentuk bantuan untuk pemulihan di tujuh kabupaten yang paling parah terkena dampak. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam membantu korban di Manggarai Manggarai Timur Manggarai Barat Ende Ngada Sikka dan Flores Timur.
Salah satu fokus utama adalah dana stimulan perbaikan rumah. Bagi hunian yang mengalami kerusakan ringan pemerintah telah menyiapkan bantuan sebesar Rp15 juta. Sementara itu rumah dengan kategori rusak sedang akan menerima alokasi dana hingga Rp30 juta. Suharyanto secara tegas memerintahkan agar proses verifikasi data yang kini sebagian besar telah rampung segera ditindaklanjuti dengan pencairan dana pada bulan Oktober ini.

Untuk korban dengan rumah rusak berat skema bantuan yang disiapkan lebih komprehensif. Mereka akan mendapatkan hunian sementara huntara sebagai solusi awal sebelum pembangunan hunian tetap huntap rampung. Menariknya bagi mereka yang memilih untuk tidak menempati huntara pemerintah menyediakan Dana Tunggu Hunian DTH sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan sembari menanti rumah permanen mereka selesai dibangun.
Progress pembangunan huntara dan huntap sendiri sudah berjalan masif. Banyak unit huntara bahkan telah rampung 100 persen. Mekanisme pencairan dana perbaikan rumah juga diatur secara transparan. Dana akan disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima. Sebanyak 75 persen dari total dana dapat dicairkan secara tunai sementara sisanya dapat diambil berdasarkan bukti pembelian material atau bahan bangunan. Suharyanto menekankan agar dana tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk perbaikan rumah.
BNPB juga memberikan fleksibilitas pilihan lokasi pembangunan huntap. Warga dapat memilih skema komunal atau relokasi terpusat di kawasan pemukiman baru. Alternatif lain adalah skema in situ yang berarti pembangunan kembali di atas tapak asal rumah mereka. Ada pula skema mandiri yang memungkinkan pembangunan di lokasi baru namun tetap di atas tanah milik pribadi.
Spesifikasi huntara yang disediakan BNPB memiliki luas 4×6 meter dilengkapi satu kamar tidur dan satu kamar mandi. Sementara itu hunian tetap setara dengan rumah tipe 36 yang mencakup dua kamar tidur satu ruang tamu dan satu kamar mandi. Data terkini per akhir September menunjukkan total 44767 unit rumah di NTT telah terverifikasi mengalami kerusakan dari berbagai kategori. Target penerima DTH dan huntara mencapai 4008 jiwa dengan estimasi pembiayaan mencapai Rp136272 miliar. Hingga akhir September 124 unit huntara telah selesai dibangun 861 unit sedang dalam proses dengan progres di bawah 50 persen 117 unit di atas 50 persen dan 299 unit masih dalam tahap penyiapan lahan survei lokasi serta pengiriman material.

