Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terungkap Lokasi Peristirahatan Terakhir Guruh Soekarnoputra

    26-09-2026 - 08.35

    Momen Haru Jenazah Guruh Soekarnoputra Tiba

    26-09-2026 - 08.05

    Misteri Hunian Mewah Lapas Cibinong Terkuak

    26-09-2026 - 06.35
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Terungkap Lokasi Peristirahatan Terakhir Guruh Soekarnoputra
    • Momen Haru Jenazah Guruh Soekarnoputra Tiba
    • Misteri Hunian Mewah Lapas Cibinong Terkuak
    • Bechi Anak Kiai Jombang Bebas Remisi Fantastis
    • Desain Pemilu 2029 Bakal Berubah PAN Bersuara
    • Aturan Pemilu 2029 Berubah Lagi PSI Berang
    • Rahasia Lapas Mewah Terkuak ICW Minta KPK Usut Tuntas
    • Prabowo Siap Sikat Habis Biang Kerok Karhutla
    Sabtu, 26 September 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - PDIP: Caleg Berjuang Sia-sia di Pilpres
    Nasional

    PDIP: Caleg Berjuang Sia-sia di Pilpres

    25-09-2026 - 06.352 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    PDIP: Caleg Berjuang Sia-sia di Pilpres

    zonamerahnews.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali menyuarakan gagasan revolusioner terkait reformasi sistem pemilu di Indonesia. Fraksi PDIP di DPR secara resmi mengusulkan kenaikan batas minimal parlemen menjadi 6 persen dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang akan segera dibahas di Komisi II DPR. Usulan ini bukan tanpa alasan, melainkan demi menciptakan parlemen yang lebih efektif dan menyederhanakan jumlah partai politik.

    Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menegaskan bahwa angka 6 persen merupakan batas ideal yang mempertimbangkan berbagai pengalaman pemilu sebelumnya. Menurutnya, angka tersebut sangat cocok dengan kultur kebhinekaan Indonesia, sekaligus mampu mewujudkan simplifikasi partai politik dan menjamin ketercapaian tujuan parlemen. Said bahkan menyatakan, 6 persen akan menjadi usulan resmi yang diusung PDIP dalam pembahasan RUU Pemilu bersama pemerintah.

    PDIP: Caleg Berjuang Sia-sia di Pilpres
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Selain itu, PDIP juga serius mempertimbangkan usulan dari Partai Golkar untuk memisahkan kembali jadwal Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Said Abdullah mengakui bahwa selama ini, perhatian publik dalam pemilu serentak cenderung didominasi oleh Pilpres, membuat Pileg seolah terabaikan. Ironisnya, ia menyoroti bahwa tidak ada dampak langsung atau "efek ekor jas" dari Pilpres terhadap perolehan suara partai atau calon legislatif (caleg).

    "Yang dominan selalu Pilpres, yang dibaca rakyat selalu Pilpres. Padahal manfaat ikutannya juga hampir tidak ada. Kecuali jas presiden saja calonnya, yang pakai jas. Ke partai politik hampir tidak ada," jelas Said. Ia menambahkan, kondisi ini membuat para caleg berjuang mati-matian, mengerahkan seluruh pikiran dan tenaga mereka untuk kesuksesan Pilpres, namun tanpa mendapatkan imbal balik yang signifikan untuk pencalonan mereka sendiri.

    Pemisahan jadwal ini, lanjut Said, juga penting agar masyarakat tidak memilih "kucing dalam karung" atau asal-asalan dalam menentukan wakil legislatif mereka. Padahal, para caleg telah mengorbankan banyak hal demi keberhasilan calon presiden.

    Wacana perubahan desain pemilu ini juga diperkuat oleh Anggota Komisi II DPR dari Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Ia telah lama mengusulkan agar ketiga jenis pemilu di Indonesia, yakni Pileg, Pilpres, dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), sebaiknya diselenggarakan secara terpisah. Doli menekankan pentingnya pemisahan ini untuk memastikan setiap pemilihan mendapatkan perhatian yang proporsional dan menghasilkan wakil rakyat yang benar-benar berkualitas.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Terungkap Lokasi Peristirahatan Terakhir Guruh Soekarnoputra

    26-09-2026 - 08.35

    Momen Haru Jenazah Guruh Soekarnoputra Tiba

    26-09-2026 - 08.05

    Misteri Hunian Mewah Lapas Cibinong Terkuak

    26-09-2026 - 06.35

    Bechi Anak Kiai Jombang Bebas Remisi Fantastis

    26-09-2026 - 06.05

    Desain Pemilu 2029 Bakal Berubah PAN Bersuara

    26-09-2026 - 03.35

    Aturan Pemilu 2029 Berubah Lagi PSI Berang

    26-09-2026 - 03.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Terungkap Lokasi Peristirahatan Terakhir Guruh Soekarnoputra

    Nasional 26-09-2026 - 08.35

    zonamerahnews.com – Dunia seni dan politik Indonesia berduka atas kepergian Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra. Putra…

    Momen Haru Jenazah Guruh Soekarnoputra Tiba

    26-09-2026 - 08.05

    Misteri Hunian Mewah Lapas Cibinong Terkuak

    26-09-2026 - 06.35

    Bechi Anak Kiai Jombang Bebas Remisi Fantastis

    26-09-2026 - 06.05
    Our Picks

    Terungkap Lokasi Peristirahatan Terakhir Guruh Soekarnoputra

    26-09-2026 - 08.35

    Momen Haru Jenazah Guruh Soekarnoputra Tiba

    26-09-2026 - 08.05

    Misteri Hunian Mewah Lapas Cibinong Terkuak

    26-09-2026 - 06.35

    Bechi Anak Kiai Jombang Bebas Remisi Fantastis

    26-09-2026 - 06.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.