zonamerahnews.com – Kabut asap pekat kembali menyelimuti sebagian wilayah Kalimantan Barat menciptakan kondisi darurat. Tiga daerah di provinsi ini yakni Kubu Raya Mempawah dan Sintang pada Rabu siang terpantau memiliki kualitas udara pada level berbahaya. Data terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 di area tersebut jauh melampaui ambang batas aman.
Kubu Raya mencatat angka paling mengkhawatirkan dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 594.4 mikrogram per meter kubik. Sementara itu Mempawah tidak jauh berbeda di angka 470.7 mikrogram per meter kubik. Kondisi serupa juga terjadi di Sintang yang menunjukkan kadar PM2.5 sebesar 331.5 mikrogram per meter kubik. Angka-angka ini sangat jauh di atas batas aman yang ditetapkan yakni 250 mikrogram per meter kubik.

Peningkatan drastis polusi udara ini diduga kuat akibat dampak masif kebakaran hutan dan lahan karhutla yang terus melanda. Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB per Selasa kemarin mencatat setidaknya 149 titik panas dan sembilan titik api masih aktif di Kalbar. Dalam 24 jam terakhir puluhan hektare lahan atau tepatnya 60.3 hektare telah hangus terbakar. Akibatnya jarak pandang di beberapa lokasi dilaporkan hanya berkisar antara 0.2 hingga 6 kilometer sangat membahayakan.
Dampak buruk kualitas udara ini langsung terasa pada kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan Kemenkes merilis data mengejutkan terkait lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut ISPA. Sejak 18 Agustus hingga 21 September 2026 tercatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla. Angka ini mencakup tujuh provinsi termasuk Kalimantan Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Dari jumlah tersebut 40.363 kasus di antaranya menimpa balita kelompok paling rentan.
Menanggapi situasi genting ini Kepala BNPB Suharyanto telah melaporkan perkembangan terkini kepada kepala negara. Hingga Rabu sore Suharyanto menyebutkan masih ada 209.78 hektare hutan dan lahan yang terus diupayakan pemadamannya. Pemerintah melalui berbagai instansi terkait terus mengintensifkan upaya penanganan karhutla. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca OMC yang akan terus berjalan hingga musim hujan kembali normal.

