zonamerahnews.com – Kabar duka menyelimuti jagat maya setelah seekor kuda putih yang sempat menjadi sorotan publik di kawasan Canggu Bali dikonfirmasi telah tiada. Kuda yang kondisi fisiknya sangat memprihatinkan dan ringkih ini sebelumnya viral di media sosial, memicu kekhawatiran luas akan dugaan eksploitasi dalam industri pariwisata.
Mula-mula, seorang warga negara asing (WNA) mengunggah video yang menampilkan sejumlah kuda dengan tubuh kurus, salah satunya kuda putih tersebut. Unggahan ini dengan cepat menyebar, memancing simpati dan pertanyaan mengenai kesejahteraan hewan-hewan tersebut, serta siapa pemilik yang bertanggung jawab atas kondisi mereka.

Menanggapi gejolak di media sosial, aparat terkait segera bergerak. Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara bersama Dinas Pertanian Kabupaten Badung langsung melakukan investigasi ke lokasi. Suryanegara menjelaskan bahwa kuda yang menjadi pusat perhatian itu memang sudah tua, diperkirakan berusia lebih dari 30 tahun. Ia juga membenarkan bahwa kuda viral tersebut telah menghembuskan napas terakhir pada pertengahan September lalu, akibat sakit atau stres, sebagaimana dikonfirmasi oleh dokter hewan.
Di lokasi tersebut, awalnya terdapat tiga ekor kuda milik pribadi. Setelah kematian kuda putih yang viral, dua kuda lainnya kini telah direlokasi ke wilayah Kabupaten Tabanan. Pemindahan ini bertujuan untuk memberikan mereka lingkungan yang lebih baik dan layak. Suryanegara menambahkan, dulunya kuda-kuda ini memang disewakan untuk turis berjalan-jalan di pantai. Namun, aktivitas penyewaan telah dihentikan sejak dua tahun lalu, meskipun kuda-kuda tersebut masih sesekali diajak berjalan-jalan ke pantai.
Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali, Ratna Hendratmoko, menegaskan bahwa kuda tidak termasuk kategori satwa liar. Oleh karena itu, kewenangan penanganannya berada di bawah Dinas Pertanian sebagai satwa domestikasi. Meskipun demikian, BKSDA menyayangkan kondisi memprihatinkan yang menimpa kuda tersebut. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, berjanji akan memberikan informasi lebih detail setelah tim terpadu dari Satpol PP dan perangkat daerah terkait meninjau lokasi. Kisah pilu kuda Canggu ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan hewan di tengah geliat pariwisata.

