zonamerahnews.com – Warga Banten kini dihadapkan pada ancaman sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Gubernur Banten Andra Soni secara tegas menyerukan agar seluruh masyarakat di wilayahnya mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menyusul dampak letusan yang terus meluas hingga ke Jakarta dan Jawa Barat.
Andra Soni juga mengingatkan pentingnya menjaga jarak aman dari pusat erupsi. Ia menetapkan zona larangan aktivitas sejauh tiga kilometer dari kawah gunung. Area ini berlaku untuk semua kalangan, termasuk nelayan yang biasa berlayar di sekitar perairan tersebut dan para wisatawan. "Masyarakat diminta untuk menjauh dari radius yang dianjurkan, tiga kilometer dari lokasi," tegas Andra Soni.

Pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memonitor dinamika Gunung Anak Krakatau. Koordinasi intensif dilakukan dengan pihak pemantau gunung api di Bandung untuk mendapatkan informasi terkini mengenai aktivitas vulkanik dan arah sebaran abu. "Ya, kita tetap monitor. Melalui BPBD, BPBD koordinasi dengan pemantau yang ada di Bandung," ucap Andra Soni.
Data terbaru menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik dari Anak Krakatau yang meletus sejak Jumat malam telah menjangkau berbagai wilayah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Minggu dini hari mengidentifikasi dua klaster sebaran abu.
Klaster pertama teramati bergerak ke arah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, dengan ketinggian sebaran mencapai 20.000 kaki. Sebaran ini meliputi sebagian besar DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan sekitarnya. "Arah anginnya membawa debunya sampai ke wilayah Banten dan Jawa Barat. Kita berdoa semoga semua baik-baik saja," pungkas Andra Soni, berharap situasi segera membaik dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

