zonamerahnews.com – Warga di Provinsi Lampung dikejutkan oleh fenomena hujan abu vulkanik yang menyelimuti permukiman mereka sejak Sabtu malam. Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda memuntahkan material vulkanik yang terbawa angin hingga puluhan kilometer jauhnya, menciptakan kekhawatiran dan ketidaknyamanan bagi penduduk setempat.
Hujan abu yang pekat dilaporkan telah mencapai Bandar Lampung, sebuah kota yang berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat aktivitas Anak Krakatau. Sejumlah warga mengeluhkan rumah mereka yang kotor tertutup lapisan debu tipis, serta iritasi pada mata dan wajah akibat partikel halus yang terbawa udara. Angin yang bertiup ke arah barat diduga kuat menjadi penyebab meluasnya sebaran abu ini.

Tidak hanya Bandar Lampung, dampak abu vulkanik juga dirasakan hingga ke wilayah Kecamatan Natar di Kabupaten Lampung Selatan. Kondisi ini memicu kewaspadaan masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengambil langkah antisipasi untuk melindungi diri dari paparan debu vulkanik yang terus berlanjut.
