zonamerahnews.com – Ibu Kota Jakarta menyimpan sebuah fakta mengejutkan lebih dari 32 ribu organisasi kemasyarakatan atau ormas beroperasi di wilayahnya Angka fantastis ini diungkap oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta yang berharap seluruh entitas tersebut mampu berkontribusi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
Bastian Widyatama seorang analis data dari Bakesbangpol DKI Jakarta menjelaskan meski tidak semua ormas melaporkan diri secara resmi keberadaan mereka sangat vital Bakesbangpol sendiri aktif memfasilitasi berbagai forum termasuk perwakilan provinsi etnis dan kerukunan umat beragama. Forum-forum ini menjadi garda terdepan di masyarakat berperan penting dalam deteksi dini konflik dan menjaga kerukunan.

Jakarta yang baru saja meraih predikat tertinggi dalam Indeks Harmoni Indonesia 2025 dari Kementerian Dalam Negeri menunjukkan kualitas kerukunan warganya Bastian menekankan pentingnya sikap toleransi dan gotong royong agar Jakarta sebagai kota global dapat terwujud Masyarakat diharapkan kritis namun tidak mudah terprovokasi.
Namun citra ormas sempat tercoreng menyusul insiden kericuhan pascaaksi 27 Agustus lalu di Jakarta yang menewaskan seorang warga bernama Bambang Setiawan Spekulasi keterlibatan ormas pun merebak luas di tengah publik.
Menanggapi hal tersebut Kepolisian Daerah Metro Jaya melalui Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Iman Imanuddin menegaskan belum menemukan bukti kuat yang mengaitkan anggota ormas tertentu dengan kasus pengeroyokan Bambang Setiawan Iman meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi di media sosial agar tidak menimbulkan kebingungan Polda Metro Jaya telah merilis sketsa wajah dua terduga pelaku berdasarkan keterangan 14 saksi dan rekaman CCTV.
Lebih lanjut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak melibatkan ormas dalam pengamanan aksi 27 Agustus Pengamanan hanya melibatkan Kodam Jaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan Dinas Perhubungan Satuan Polisi Pamong Praja serta Pamdal DPR Budi juga mengingatkan peran ormas dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat diatur Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 yang tidak boleh melampaui kewenangan kepolisian.
Di sisi lain Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu GRIB Jaya memberikan klarifikasi terkait kehadiran pemimpinnya Hercules di lokasi kericuhan Divisi Hukum GRIB Jaya Wilson Colling menyatakan keberadaan Hercules saat itu adalah bagian dari upaya persuasif untuk memantau situasi dan menjaga kondusivitas lingkungan bukan untuk memprovokasi atau terlibat bentrokan fisik.
Semua pihak diharapkan terus bersinergi menjaga kerukunan demi Jakarta yang aman dan harmonis.

