zonamerahnews.com – Kobaran api dahsyat melahap kawasan padat penduduk di Gang Jatayu Pemecutan Kelod Denpasar Barat Bali Senin malam 31 Agustus. Insiden tragis ini tak hanya menghanguskan belasan kendaraan namun juga memicu kepanikan warga. Rekaman drone yang menunjukkan amukan si jago merah dari ketinggian pun sontak viral di jagat maya memicu perbincangan hangat.
Penelusuran di lokasi kejadian mengonfirmasi kerugian materiil yang tidak sedikit. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan bahwa kebakaran ini melalap area seluas kurang lebih tiga hektar. Sebanyak dua unit mobil yakni Avanza dan Xenia putih serta sebelas sepeda motor dan tiga sepeda gayung hangus tak bersisa. Tak hanya itu tumpukan material rongsok rumah semi permanen beserta seluruh isinya mulai dari perabot rumah tangga dokumen penting hingga peralatan elektronik milik warga juga ludes dilalap api.

Perjuangan memadamkan api ternyata tidak mudah. Pada Selasa sore sekitar pukul 15.13 WITA api kembali berkobar di sisi barat lokasi. Petugas pemadam kebakaran (PMK) yang bersiaga di lokasi segera bertindak namun hembusan angin kencang membuat api kembali membesar dan menjalar. Armada PMK Kota Denpasar dibantu PMK Kabupaten Badung pun kembali berjibaku di lokasi. Bahkan pada hari yang sama sekitar pukul 18.00 WITA dua unit rumah semi permanen milik Niman yang sebelumnya tidak terdampak kini ikut terbakar sebelum akhirnya berhasil dijinakkan kembali.
Hingga saat ini proses pendinginan masih terus berlangsung. Petugas PMK Kota Denpasar dan Badung dibantu dua unit ekskavator masih berupaya mengurai puing-puing hangus untuk memastikan tidak ada lagi bara api tersembunyi. Tim Labfor Polda Bali belum dapat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengingat kondisi lokasi yang masih panas dan baru bisa dilakukan dalam dua hingga tiga hari ke depan. Garis polisi telah dipasang di sekitar titik api untuk kepentingan penyelidikan.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang mengungkapkan dugaan awal penyebab kebakaran. Disinyalir api bermula dari kebocoran tabung gas di salah satu bedeng warga sebelum akhirnya menjalar cepat ke bangunan lain. Area tersebut memang dipenuhi tumpukan barang rongsokan yang mudah tersulut api memperparah penyebaran kobaran. Syukurnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Tantangan terbesar dalam penjinakan api adalah banyaknya tumpukan material rongsokan. Api yang membakar bagian atas membuat bara di bawahnya sulit dijangkau. Untuk itu alat berat ekskavator sangat dibutuhkan guna mengurai tumpukan material agar sumber api di bawah bisa dipadamkan secara tuntas. Proses ini membutuhkan koordinasi dengan PU Kota Denpasar dan Pemda Kabupaten Badung.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Denpasar I Made Tirana memperkirakan proses pemadaman total bisa memakan waktu hingga dua sampai tiga hari ke depan. Sejak Senin malam Dinas Damkar Kota Denpasar dan Kabupaten Badung telah mengerahkan dua belas unit mobil pemadam kebakaran serta dua unit mobil penyelamat. Api sempat mereda di dini hari namun kembali menyala di pagi harinya. Hambatan utama adalah banyaknya titik api yang tersembunyi di balik tumpukan seng dan rongsokan. Oleh karena itu pengerahan ekskavator sangat krusial untuk mengais material agar bara api dapat dijangkau dan disemprot hingga padam sepenuhnya.

