Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Skandal Pesta Narkoba Anggota DPRD Gerindra

    04-11-2026 - 22.35

    Tragedi Berdarah di Kafe Palembang Satu Prajurit Tewas

    04-11-2026 - 22.05

    Nusron Wahid Dicecar KPK Terkait Kasus HGB

    04-11-2026 - 18.35
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Skandal Pesta Narkoba Anggota DPRD Gerindra
    • Tragedi Berdarah di Kafe Palembang Satu Prajurit Tewas
    • Nusron Wahid Dicecar KPK Terkait Kasus HGB
    • Gerebek Sarang Narkoba di Bantaran Rel Jakarta
    • Kasus Tipikor BPN Nusron Wahid Diperiksa KPK
    • Tragedi Helikopter TNI Jatuh di Kalimantan
    • Skandal Penyadapan Presiden Bikin Heboh
    • Jokowi Hadir di Sidang Roy Suryo
    Rabu, 4 November 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Ngeri Bos Percetakan Sekap Karyawan Demi Uang
    Nasional

    Ngeri Bos Percetakan Sekap Karyawan Demi Uang

    29-06-2026 - 18.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Ngeri Bos Percetakan Sekap Karyawan Demi Uang

    zonamerahnews.com – Sebuah kasus penyanderaan brutal yang melibatkan tiga pekerja jasa percetakan di kawasan Senen Jakarta Pusat berhasil diungkap aparat kepolisian. Tujuh orang telah dibekuk dan ditetapkan sebagai tersangka, termasuk sang pemilik usaha yang diduga menjadi otak di balik kejahatan keji ini. Para pelaku kini mendekam di balik jeruji besi, menanti proses hukum atas perbuatan mereka.

    Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menjelaskan, modus operandi para tersangka sangat keji. Mereka tidak hanya melakukan pemerasan, tetapi juga menyekap dan menganiaya para korban. Bahkan, untuk memastikan korban tidak melarikan diri, kaki mereka dibelenggu menggunakan alat khusus, membuat para pekerja tak berdaya.

    Ngeri Bos Percetakan Sekap Karyawan Demi Uang
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra merinci peran masing-masing tersangka dalam melancarkan aksi kejahatan ini. MML, sang pemilik percetakan, disebut-sebut sebagai dalang utama yang merencanakan pembelengguan dan penyanderaan para korban. Ide untuk merantai kaki para pekerja agar tidak bisa bergerak datang langsung dari dirinya.

    Tersangka AI bertugas melakukan kekerasan fisik terhadap korban dan menghubungi keluarga mereka untuk meminta uang tebusan sebesar Rp50 juta per orang, atas perintah MML. Senada, tersangka S juga berperan merantai kaki korban dan menagih uang ganti rugi yang sama kepada pihak keluarga.

    AYL memiliki peran mengancam para korban, mengintimidasi bahwa kaki mereka akan dipatahkan jika tidak segera menyerahkan uang Rp50 juta per individu. Sementara itu, NHJ membantu merakit alat-alat yang digunakan untuk membelenggu para korban, juga atas arahan MML.

    Tersangka CML, yang merupakan pengurus atau penanggung jawab, justru melarang office boy untuk mendekati atau bahkan memberikan makanan kepada para korban. Terakhir, tersangka II bertindak sebagai admin yang menerima transferan uang tebusan sebesar Rp50 juta dari keluarga korban.

    Atas perbuatan mereka, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Mereka terancam hukuman penjara hingga sembilan tahun berdasarkan Pasal 482 KUHP, tujuh tahun penjara sesuai Pasal 446 KUHP, dan enam bulan penjara di bawah Pasal 471 KUHP.

    Sebelumnya, penggerebekan di sebuah rumah toko (ruko) yang menjadi lokasi penyekapan mengungkap pemandangan yang memilukan. Polisi menemukan Tegar Saputra, Muhamad Rafli Jaelani, dan Adit Saputra dalam kondisi mengenaskan. Kaki mereka tidak hanya diborgol, tetapi juga diikat erat menggunakan tali baja dan rantai besi yang kokoh.

    Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro mengungkapkan, penyelidikan awal menunjukkan bahwa motif di balik penyekapan ini adalah tuduhan pencurian yang diarahkan kepada ketiga korban. Dalih tersebut kemudian dimanfaatkan para pelaku untuk memeras keluarga korban, dengan meminta uang tebusan puluhan juta rupiah sebagai syarat pembebasan.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Skandal Pesta Narkoba Anggota DPRD Gerindra

    04-11-2026 - 22.35

    Tragedi Berdarah di Kafe Palembang Satu Prajurit Tewas

    04-11-2026 - 22.05

    Nusron Wahid Dicecar KPK Terkait Kasus HGB

    04-11-2026 - 18.35

    Gerebek Sarang Narkoba di Bantaran Rel Jakarta

    04-11-2026 - 18.05

    Kasus Tipikor BPN Nusron Wahid Diperiksa KPK

    04-11-2026 - 16.35

    Tragedi Helikopter TNI Jatuh di Kalimantan

    04-11-2026 - 16.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Skandal Pesta Narkoba Anggota DPRD Gerindra

    Nasional 04-11-2026 - 22.35

    zonamerahnews.com – Dunia politik Jawa Timur diguncang kabar mengejutkan setelah sebuah penggerebekan di sebuah hotel…

    Tragedi Berdarah di Kafe Palembang Satu Prajurit Tewas

    04-11-2026 - 22.05

    Nusron Wahid Dicecar KPK Terkait Kasus HGB

    04-11-2026 - 18.35

    Gerebek Sarang Narkoba di Bantaran Rel Jakarta

    04-11-2026 - 18.05
    Our Picks

    Skandal Pesta Narkoba Anggota DPRD Gerindra

    04-11-2026 - 22.35

    Tragedi Berdarah di Kafe Palembang Satu Prajurit Tewas

    04-11-2026 - 22.05

    Nusron Wahid Dicecar KPK Terkait Kasus HGB

    04-11-2026 - 18.35

    Gerebek Sarang Narkoba di Bantaran Rel Jakarta

    04-11-2026 - 18.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.