zonamerahnews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan solidaritas tinggi dengan mengirimkan bantuan logistik untuk meringankan beban warga Sumatra yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Aksi cepat tanggap ini diinisiasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, dengan dukungan penuh dari seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Wujud kepedulian Pemprov DKI Jakarta ini diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Beliau menekankan pentingnya respons cepat terhadap musibah yang menimpa Sumatra. "Kami bertindak cepat dan langsung merespons bencana yang terjadi di Sumatra. Saya minta agar bantuan bisa terkumpul paling lambat hari ini, Sabtu (29/11), agar dapat segera dikirimkan," tegasnya.

BPBD DKI Jakarta bergerak cepat menyalurkan bantuan berupa seribu paket makanan siap saji, selimut hangat, serta perlengkapan esensial untuk keluarga dan anak-anak. Tak hanya itu, gelombang bantuan dari berbagai BUMD DKI Jakarta juga terus mengalir, meliputi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tandon air bersih, dan berbagai keperluan mendesak lainnya.
Rano Karno menambahkan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mendesak warga di lapangan. Partisipasi aktif dari BUMD seperti PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Pembangunan Jaya Ancol, PAM Jaya, PT Jakarta Tourisindo, Dharma Jaya, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Jamkrida, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), MRT Jakarta, PAL Jaya, Transjakarta, Pasar Jaya, dan Sarana Jaya menjadi bukti nyata sinergi dalam membantu sesama.
Banjir bandang telah melanda puluhan kabupaten dan kota di tiga provinsi di Pulau Sumatra, yaitu Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat, dalam beberapa hari terakhir. Data dari BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia di ketiga provinsi tersebut mencapai angka yang memilukan, yaitu 303 jiwa hingga Sabtu (29/11). Sumatra Utara menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa tertinggi, mencapai 166 jiwa, disusul Sumatra Barat dengan 90 jiwa, dan Aceh dengan 47 jiwa. Selain itu, ratusan orang masih dinyatakan hilang di ketiga provinsi tersebut, dengan rincian 143 jiwa di Sumut, 51 jiwa di Aceh, dan 85 jiwa di Sumbar.

