zonamerahnews – Dampak banjir yang melanda Sumatera Utara (Sumut) memicu respons cepat dari berbagai pihak. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang biasanya fokus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini beralih fungsi menjadi dapur umum untuk membantu para korban banjir di berbagai wilayah.
Kepala Kantor Regional BGN Sumatera Utara, KR Agung Kurniawan, menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan karena banyak sekolah yang menjadi lokasi penyaluran MBG terpaksa diliburkan akibat banjir. "Karena bencana banjir, sekolah-sekolah di wilayah terdampak diliburkan. Oleh karena itu, penerima manfaat MBG dialihkan kepada masyarakat yang terkena dampak," ujarnya di Medan, Jumat (28/11).

Di Medan, 48 SPPG telah mendistribusikan 55 ribu paket makanan. Kota Padangsidimpuan dengan 4 SPPG menyalurkan 10 ribu paket, sementara Kota Tebing Tinggi dengan 13 SPPG mendistribusikan 45 ribu paket makanan. Kabupaten Tapanuli Utara dengan 5 SPPG menyalurkan 9 ribu paket, Kabupaten Serdang Bedagai dengan 28 SPPG mendistribusikan 12 ribu paket, dan Kabupaten Langkat dengan 11 SPPG menyalurkan 32 ribu paket makanan. Kota Sibolga, dengan 3 SPPG, mendistribusikan 7.000 paket makanan.
Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 3 SPPG menyalurkan 7 ribu paket makanan, sementara Kabupaten Mandailing Natal dengan 10 SPPG mengirimkan 13 ribu paket menu kering dan basah. "Di Kabupaten Deli Serdang, 54 SPPG yang beroperasi telah mendistribusikan 100 ribu porsi paket menu basah dan kering," tambah Agung.
Secara keseluruhan, dari 10 kabupaten/kota di Sumut, terdapat 179 SPPG yang berada di wilayah terdampak banjir. Total paket makanan yang telah didistribusikan mencapai 290 ribu porsi. "Seluruh Koordinator Wilayah SPPG dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) turut hadir di garda terdepan untuk membantu masyarakat terdampak bencana," kata Agung.
Namun, pendistribusian bantuan tidaklah mudah. Agung mengakui adanya tantangan seperti banjir dan longsor yang membatasi akses bahan baku, serta keterbatasan listrik dan internet. Di Kepulauan Nias, beberapa SPPG bahkan harus berhenti beroperasi karena Pelabuhan Sibolga ditutup.
Meskipun menghadapi berbagai kendala, SPPG tetap dituntut untuk beroperasi pada akhir pekan. "Kami telah mendapat petunjuk dari pimpinan BGN untuk tetap beroperasi pada hari libur," pungkas Agung, menunjukkan komitmen untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan di tengah situasi sulit ini.

