zonamerahnews.com – Dunia kepolisian Jawa Timur mendadak gempar setelah kabar pencopotan jabatan AKBP Edy Herwiyanto mencuat ke publik. Perwira menengah yang juga merupakan ayah dari Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati ini resmi mengalami mutasi jabatan setelah terseret dalam pusaran pemeriksaan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.
Keputusan mengejutkan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Jawa Timur Nomor ST/1271/X/KEP/2026. Melalui surat tersebut, Edy yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Pengawasan Penyidikan Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Jatim kini ditarik menjadi perwira menengah di direktorat yang sama. Langkah ini diambil sebagai bagian dari prosedur pemeriksaan yang sedang berlangsung.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Jules Abraham Abast memberikan konfirmasi resmi terkait pergeseran posisi tersebut. Ia mengakui bahwa mutasi khusus ini dilakukan memang dalam rangka menjalani proses pemeriksaan oleh pihak Mabes Polri.
Meski demikian pihak Polda Jatim memilih bungkam terkait detail kasus yang menjerat Edy. Jules menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk membuka substansi pemeriksaan karena proses tersebut sepenuhnya ditangani oleh Mabes Polri. Ia menegaskan tidak akan memberikan kesimpulan mengenai adanya pelanggaran sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan dinyatakan selesai secara tuntas.
Isu yang beredar di tengah masyarakat pun semakin memanas. Muncul kabar miring yang menyebutkan bahwa Edy diduga terlibat dalam penyalahgunaan wewenang. Narasi yang berkembang di media sosial mengaitkan dirinya dengan keterlibatan dalam sebuah organisasi kemasyarakatan atau ormas. Bahkan muncul dugaan kuat bahwa ia diduga memberikan perlindungan terhadap praktik premanisme yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Hingga saat ini publik masih menunggu hasil akhir dari investigasi ketat yang dilakukan oleh Propam Polri.

