zonamerahnews.com – Aparat penegak hukum baru saja mengguncang dunia kriminalitas internasional setelah membongkar laboratorium narkotika rahasia terbesar di Indonesia yang berlokasi di Pidie Aceh. Penemuan ini merupakan puncak dari rangkaian operasi besar yang melibatkan Bareskrim Polri, BNN, dan Bea Cukai dalam memberantas peredaran gelap zat terlarang lintas negara.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan fakta mengejutkan berupa pabrik sabu yang disamarkan dalam sebuah ruko. Tim gabungan berhasil menyita barang bukti luar biasa berupa 20 drum sabu cair serta 500 kg sabu kristal dengan total berat mencapai 1,2 ton bruto. Operasi ini mengungkap adanya keterlibatan sindikat internasional yang mencakup jaringan dari China, Malaysia, hingga Indonesia.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang turun langsung ke lokasi menegaskan bahwa pihaknya tengah mengejar sejumlah buron atau DPO. Beberapa nama yang masuk dalam daftar pencarian orang antara lain Z, ES, J, BR, dan SS. Selain itu, Polri juga menjalin koordinasi dengan pihak otoritas di Tiongkok untuk memburu otak utama di balik jaringan ini yang berinisial LS.
Sebelum mengungkap laboratorium di Aceh, aparat juga sukses menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamine senilai Rp 3,48 triliun di Pelabuhan Belawan Sumatera Utara. Penangkapan ini bermula dari kecurigaan intelijen terhadap rute kapal MT Global 168 yang dianggap tidak wajar di perairan Selat Malaka.
Dalam kasus penyelundupan ketamine tersebut, delapan kru kapal berhasil diamankan yang terdiri dari tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara asing asal Taiwan. Para tersangka memiliki peran spesifik mulai dari nakhoda hingga juru mudi kapal.
Pihak kepolisian memastikan akan menindak tegas para pelaku dengan menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang atau TPPU guna memiskinkan sindikat ini. Selain mengamankan barang bukti fisik, penyidik juga tengah mendalami enam ponsel milik tersangka untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

