zonamerahnews.com – Aksi mengejutkan dilakukan oleh politikus Golkar sekaligus mantan penyanyi dangdut Mukhtaruddin Ashraff Abu pada Jumat pagi yang penuh drama. Di saat lembaga antirasuah tengah melakukan penggeledahan besar-besaran di kediamannya, Ashraff justru terlihat mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo. Pertemuan singkat selama 15 menit ini memicu tanda tanya besar di tengah pusaran kasus hukum yang tengah menjerat keluarganya.
Ashraff yang juga merupakan anggota DPR RI tersebut tiba di Sumber, Solo, sekitar pukul 09.45 WIB. Meski sempat menunggu kehadiran Jokowi, ia tetap bersikeras untuk menemui ayah dari Gibran Rakabuming Raka tersebut. Saat dikonfirmasi mengenai maksud kedatangannya, Ashraff hanya memberikan jawaban singkat yang penuh teka-teki. Ia mengaku sebagai pengagum Jokowi dan datang hanya untuk memohon doa restu agar bisa menjalani hidup dengan tenang.

Namun, ketenangan yang ia harapkan tampaknya masih jauh dari kenyataan. Di saat yang hampir bersamaan, tim penyidik KPK bergerak melakukan penggeledahan di rumah Ashraff yang berlokasi di Semarang. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita satu unit mobil mewah BMW listrik sebagai barang bukti. Langkah tegas ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU yang berkaitan dengan kasus korupsi di Kabupaten Pekalongan.
Kasus ini bermula dari dugaan penyimpangan pengadaan jasa tenaga alih daya di lingkungan Pemkab Pekalongan yang menyeret istri Ashraff, yakni Fadia Arafiq. KPK mencurigai adanya konflik kepentingan melalui perusahaan PT Raja Nusantara Berjaya yang pernah dipimpin oleh Ashraff. Total transaksi proyek yang mengalir ke perusahaan tersebut mencapai angka fantastis yakni Rp46 miliar, di mana penyidik menduga ada aliran dana sekitar Rp19 miliar yang dinikmati oleh pihak keluarga.
Hingga saat ini, Fadia Arafiq telah resmi menyandang status tersangka dan tengah menjalani proses hukum. Sementara itu, penggeledahan terhadap Ashraff menjadi babak baru dalam upaya KPK membongkar aliran dana gelap yang diduga berasal dari proyek-proyek pemerintah daerah tersebut. Publik kini menanti apakah pertemuan dengan Jokowi tersebut murni urusan pribadi atau memiliki kaitan lain dengan tekanan hukum yang sedang dihadapi keluarga Ashraff.

